Latar Belakang: Kegiatan konstruksi yang dinamis sangat berpotensi membahayakan pekerja. Statistik internasional menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan fatal terjadi di industri konstruksi. Konstruksi kelistrikan untuk area Jawa Tengah tahun 2020 terjadi kecelakaan yang menimbulkan kerugian. Kejadian kecelakaan tersebut adalah akumulasi dari nearmiss, perilaku tidak aman dan kondisi tidak aman. Tujuan : Menganalisis hubungan komitmen manajemen dan keterlibatan subkontraktor dengan perilaku keselamatan pada pekerja di PLN PUSMANPRO di project pembangunan kelistrikan PST JATENG I. Metode: Penelitian cross sectional ini melibatkan 100 orang pekerja pada Project PLN PUSMANPRO PST JATENG I yang dipilih secara tertentu. Variabel penelitian mencakup variabel komitmen manajemen dan keterlibatan subkontraktor sebagai variabel bebas dan perilaku keselamatan sebagai variabel terikat. Data primer diperoleh menggunakan kuesioner skala likert yang mengacu pada kuesioner dari beberapa penelitian sebelumnya pada variabel yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil: Ada hubungan antara komitmen organisasi dan keterlibatan subkontraktor dengan perilaku keselamatan dengan P value = 0,000, nilai correlation 0,352 untuk komitmen organisasi dan 0,389 untuk keterlibatan subkontraktor. Kesimpulan: PLN PUSMANPRO PST JATENG I untuk membentuk perilaku keselamatan pada pekerja dapat melalui komitmen organisasi, keterlibatan subkontraktor serta fasilitas yang mendukung program keselamatan yang dapat mengurangi terjadinya kecelakaan pada proyek.