This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika Hutama
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Hipertensi Gestasional dengan Angka Kejadian BBLR Tasya Ivani Syafira Tasya
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 01 Oktober (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) adalah indikator pertama dan utama yang digunakan dalam menentukan derajat kesehatan anak sebagai cerminan dari status kesehatan masyarakat. Sebagian besar penyebab kematian bayi dan balita adalah dikarenakan masalah yang terjadi pada bayi baru lahir atau neonatal (umur 0-28 hari) dimana menyumbang angka sebesar 45%. Salah satu faktor penyebab dari berat bayi lahir rendah (BBLR) adalah preeklamsia berat pada kehamilan. Pada pasien dengan preeklamsia terjadi penurunan perfusi plasenta dan hipoksia, iskemi plasenta diperkirakan menyebabkan disfungsi sel endotel dengan merangsang pelepasan substansi yang toksik terhadap endotel. Kelainan ini menyebabkan perfusi jaringan yang buruk pada semua organ, meningkatkan resistensi perifer dan tekanan darah, meningkatkan permeabilitas sel endotel, serta menyebabkan kebocoran cairan dan protein intra vaskular serta akhirnya menyebabkan volume plasma berkurang. Hasil tersebut dapat dijelaskan karena saat ibu hamil mengalami hipertensi, asupan makanan terhadap janin menjadi terhambat disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah. Asupan makanan yang terhambat akan menyebabkan perkembangan janin dalam kandungan menjadi terhambat. Pada akhirnya bayi terlahir dengan berat badan lahir rendah. Menurut Badan Kesehatan Dunia, angka kejadian hipertensi terus meningkat secara global dan pada tahun 2025 diprediksi sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia akan mengalami hipertensi, hal ini akan menjadi sebuah tantangan besar bagi dunia. Hipertensi dalam kehamilan, perlu penanganan khusus karena dapat menurunkan aliran darah ke plasenta,yang akan mempengaruhi persediaan oksigen dan nutrisi pada bayi. Hal ini akan memperlambat pertumbuhan bayi dan meningkatkan risiko saat melahirkan.