Seiring dengan semakin berkembangnya jenis dan varian dari kopi ini, semakin juga bertambah jumlah masyarakat yang menjadikan mengonsumsi kopi sebagai kebiasaan sehari-hari. Selain itu, kopi ini diminati oleh setiap kalangan mulai dari kalangan remaja, dewasa, maupun kalangan lansia. Cita rasa yang kuat pada kopi diperoleh dari senyawa kimiawi yang kompleks serta dominan yaitu kafein. Kafein merupakan sejenis senyawa yang bersifat antagonis terhadap kerja senyawa adenosine (senyawa dalam otak yang bisa membuat seseorang cepat tertidur) sehingga membuat seseorang tidak mengantuk usai meminum kopi dan memiliki energi ekstra atau dapat menyebabkan seseorang mengalami insomnia sesaat. Kadar asupan kafein yang tinggi akan membuat terjadinya peningkatan konsentrasi plasma homosystein yang mana apabila terjadi peningkatan konsentrasi plasma tersebut akan membuat meningkat pula resiko penyakit kardiovaskular. Dari hasil analisis literature review, kopi digolongkan sebagai minuman psikostimulant yang akan menyebabkan orang tetap terjaga, mengurangi kelelahan, dan memberikan efek fisiologis berupa energi. Individu yang terbiasa minum kopi mempunyai risiko yang lebih rendah untuk terkena penyakit stroke atau PJK dibandingkan dengan responden yang tidak terbiasa minum kopi setelah dikontrol oleh faktor konfounding yaitu jenis kelamin dan tekanan darah. Sehingga terlihat dari beberapa penelitian terhadap responden tanpa komorbid seperti hipertensi dan riwayat penyakit jantung sebelumnya, hubungan kebiasaan mengonsumsi kopi dapat menjadi efek protektif terhadap penyakit kardiovaskular seperti stroke, penyakit jantung coroner, dan infark miokard.