Permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini adalah pelaksanaan bimbingan konseling dengan terapi eksistesial, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keherhasilan pelaksanaan terapi eksistensial dalam membancu masalah siswa yang rendah diri karena kekurangan pada fisiknya, yaitu cacat tunanetra. Subyek penelitian ini adalah seorang siswi penyandang cacat tunanetra sejak lahir yang sekarang duduk di kelas IX di SMP Iskandar Said Surabaya yang mengalami rendah diri karena cacat tunanetra yang disandangnya. Instrumen pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Berdasarkan dari hasil penelitian ini adalah terdapat siswa yang merasa rendah diri dikamakan cacat fisik, dan setelah dilaksanakan terapi eksistensial siswa tersebut mengalami perubahan keranah yang positif, siswa mulai terbuka dalam bergaul dengan teman-temannya, tidak lagi mudah tersinggung, bisa menerima kekurangan yang ada pada dirinya. Serta dapat berfikir positif dalam menyelasaikan masalah yang dihadapi. Jadi, dapat disimpulkan dengan terapi eksistensial siswa yang rendah diri merasa terbantu. Yaitu siswa menjadi lebih bersemangat dalam belajar dan berteman dan juga dapat membantu perkembangan psikologisnya.