Moch. Supriadi Al Furqoni
UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Komunitas Batalyon dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam Non Formal terhadap Pemuda Kampung Kupang Gunung Pasca Penutupan Lokalisasi Dolly Surabaya Moch. Supriadi Al Furqoni
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.325 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2021.11.2.261-272

Abstract

Latar belakang munculnya ide untuk membahas penelitian yang berjudul “Peran Komunitas Batalyon Dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam Non Formal Terhadap Pemuda Kampung Kupang Gunung Pasca Penutupan Lokalisasi Dolly Surabaya” adalah ketertarikan penulis untuk mengetahui lebih dalam tentang strategi komunitas Batalyon dalam menerapkan pendidikan agama Islam non formal di Kampung Kupang Gunung. Selain ingin mengetahui tentang strategi pendidikan islam non formal, hal yang lebih ditekankan dalam penelitian ini adalah peran komunitas Batalyon Surabaya terhadap pemuda kampung Kupang Gunungdalam pengembangan pendidikan agama Islam non formal pasca penutupan lokalisasi dolly. Teori atau metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu memakai penelitian kualitatif naratif, maksudnya adalah data naratif berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang perilaku dan peristiwa atau tempat tertentu secara rinci.Metode kualitatif ini digunakan karenametode ini lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan yang berbeda ketika di lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah strategi yang diterapkan oleh komunitas batalyon surabaya dalam mengembangkan pendidikan agama Islam non formal adalah pendekatan secara langsung kepada masyarakat setempat dan peran komunitas ini terhadap pemuda kampung Kupang Gunung pasca penutupan lokalisasi dolly sangat besar, hal ini diakui oleh mayoritas masyarakat baik dari kalangan masyarakat biasa maupun dari kalangan kyai(ulama).