Lilih Rinawasih Kadiwijati
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN GEL RAMBUT YANG MENGANDUNG EKSTRAK METANOL BONGGOL PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) Lilih Rinawasih Kadiwijati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.224 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i2.1932

Abstract

Sejak dahulu, bonggol pisang kepok secara empiris banyak digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut. Pada penelitian ini ekstrak metanol bonggol pisang kepok dengan konsentrasi bervariasi 2%, 4%, dan 8% diformulasikan dalam sediaan gel karena lebih mudah dibersihkan dan tidak lengket dalam penggunaannya dibandingkan dengan salep. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah sediaan gel tersebut memiliki kestabilan fisik yang baik. Uji stabilitas fisik dilakukan pada suhu penyimpanan rendah (4o ± 2oC), suhu kamar (25o ± 2oC), suhu tinggi (40o ± 2oC) ditinjau dari pemeriksaan organolpetis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan cycling test pada gel ekstrak bonggol pisang kepok. Hasil evaluasi kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik ANOVA one way. Hasil penelitian menunjukan bahwa gel ekstrak metanol bonggol pisang kepok dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 8% memiliki kestabilan fisik yang baik pada suhu rendah dan suhu kamar. Pada penyimpanan suhu tinggi terlihat adanya perubahan warna sediaan gel pada formula III yang mengandung ekstrak metanol bonggoll pisang kepok sebesar 8%. Kata kunci: bonggol pisang, ekstrak, gel, uji stabilitas fisik
PENGARUH PERBEDN KONSENTRASI EKSTRAK METANOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA BACTERI Propionibacterium acnes DAN Staphylococcus epidermidis SECARA IN VITRO Lilih Rinawasih Kadiwijati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.873 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i2.1930

Abstract

Jerawat merupakan gangguan kulit yang ditandai dengan adanya peradangan yang diikuti oleh penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dalam kulit serta peradangan yang umumnya dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Stapphylococcus epidermidis, dan Staphylococcus aureus. Jerawat parah dapat menyakitkan dan dapat menimbulkan jaringan parut yang permanen. Tanaman kakao (Theobroma cacao) diketahui memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan. Senyawa polifenol yang terdapat pada biji kakao seperti flavonoid, katekin dan tannin merupakan salah satu bahan bioaktif pada biji kakao yang diduga dapat dimanfaatkan dalam menghambat proses pertumbuhan bakteri. Kontrol positif yang digunakan adalah klindamisin, sedangkan kontrol negatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelarut DMSO 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kakao memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Konsenstrasi yang bekerja paling efektif dalam penelitian ini adalah 75 mg/mL, dimana pada konsentrasi tersebut menunjukkan diameter zona hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis sebesar 8,71 mm dan 11,95 mm.Kata kunci:          Jerawat; Biji Kakao (Theobroma cacao); Propionibacterium acnes; Staphylococcus epidermidis; Antibakteri
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN LANDEP (Barleria prionitis L.) DALAM FORMULASI SEDIAAN PASTA GIGI TERHADAP SIFAT FISIK, STABILITAS FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA BAKTERI Streptococcus mutans Lilih Rinawasih Kadiwijati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.816 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v4i1.1934

Abstract

Penyakit karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Bakteri tersebut dapat memproduksi asam dan polisakarida yang sangat lengket dari sisa makanan sehingga akan terbentuk plak pada gigi yang bersifat asam dan dapat menyebabkan demineralisasi gigi.  Salah satu cara dalam mencegah pembentukkan karies gigi adalah dengan menggosok gigi menggunakan pasta gigi. Kandungan kimia yang terdapat dalam daun Landep memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak dan sediaan pasta gigi ekstrak etanol 70% daun Landep (Barleria prionitis L.) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram dengan konsentrasi 2%, 4%, 8% dan 16%.  Kontrol positif yang digunakan dalam penelitian ini adalah antibiotik klindamisin, sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 10%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak daun Landep dapat memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan  diameter zona hambat rata-rata sebesar 11,72 mm (2%), 13,62 mm (4%), 15,66 mm (8%), dan 17,52 (16%). Ekstrak yang diformulasikan dalam sediaan pasta gigi juga dapat memberikan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat  rata-rata 18,43 mm (2%), 20,10 mm (4%),  20,65 mm (8%), dan 23,83 mm (16%). Evaluasi sifat fisik dan stabilitas fisik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian organoleptis, pH, viskositas, homogenitas dan daya sebar serta pengujian stabilitas fisik pada suhu 4 ± 2˚C, 28 ± 2˚C, dan 40 ± 2˚C.Kata kunci: Pasta gigi; Daun Landep (Barleria prionitis L.); Karies Gigi; Streptococcus mutans