Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Surfaktan Gum Arabic Terhadap Sifat Fisik dan Stabilitas Fluida Nano Titania (TiO2) Yulia Safitri; Irwan Irwan; Cut Aja Rahmawati
Jurnal Teknologi Vol 21, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.815 KB) | DOI: 10.30811/teknologi.v21i1.2207

Abstract

This study aims to examine the physical properties of titania (TiO2) by adding arabic gum surfactants to obtain stable nanofluid. Nano titania fluid preparation was carried out by dispersing titania nanoparticles and arabic gum in a homogenizer for 3 hours with particle variations in fraction volume and arabic gum surfactant concentration. The study was carried out by varying the volume of the particle fraction at 0.1%; 0.2%; 0.3%; 0.4% and 0.5% and arabic gum surfactant concentrations at 1%; 2%; 3%; 4%; and 5%. Measurements are also made at a temperature variation of 30 OC; 40 OC; and 50 OC. Measurement of physical properties is carried out by measuring the properties of electrical conductivity, density, viscosity, and stability of titania nanofluid. The measurement results indicate that the higher the concentration of surfactant and the volume fraction of particles, the electrical conductivity, density, and viscosity of nano titania fluid is increasing. Increased temperature will reduce the viscosity of titania nanofluid.
Penggunaan Amilum sebagai Pelapis Anti Korosi pada Baja Karbon dalam Lingkungan Asam Klorida 0,5 M Muhammad Salahuddin; Irwan Irwan; Cut Aja Rahmawati
Jurnal Teknologi Vol 22, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/teknologi.v22i1.2876

Abstract

The purpose of this paper was to determine the affect of amylum concentration and immersion time on the corrosion rate. Amylum is used as an anticorrosive coating on carbon steel in 0,5 M hydrochloric acid  environment. Amylum concentration and immersion time affect the corrosion rate. The longer immersion time, the corrosion rate increases while the higher the concentration, the corrosion rate decreases. The highest corrosion rate was obtained at 3.58 mpy while the lowest corrosion rate was 1.24 mpy, Corrosion rates in metals can be prevented by the coating method
Pemberdayaan IRT VCO-Cocok melalui Energi Surya dan Pemanfaatan Limbah Menjadi Nata de Coco dalam Kerangka Green Economy Gunawan Gunawan; Yassir Yassir; Cut Aja Rahmawati; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8408

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan IRT VCO-Cocok di Lhokseumawe melalui penerapan energi surya dan pemanfaatan limbah air kelapa dalam kerangka green economy. Kegiatan bertujuan meningkatkan efisiensi energi serta menghasilkan nilai tambah produk melalui diversifikasi usaha berbasis ekonomi sirkular. Metode pelaksanaan mencakup survei kebutuhan, instalasi PLTS 550 Wp, pelatihan manajemen energi, transfer teknologi fermentasi nata de coco, serta pendampingan operasional kepada mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan PLTS mampu menyuplai energi bagi mesin parut dan peras kelapa, sehingga menurunkan konsumsi listrik PLN, menghemat biaya operasional, dan mengurangi emisi karbon sekitar ±340 kg CO₂-eq per tahun. Pada aspek produksi, pemanfaatan 5 liter air kelapa menjadi 3 kg nata de coco per siklus produksi terbukti layak secara ekonomi, dengan ROI ±374% per tahun dan waktu balik modal sekitar 98 hari. Selain itu, program ini meningkatkan kapasitas mitra lebih dari 80% pada aspek manajemen energi, produksi, dan praktik usaha berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi energi surya dan pengolahan limbah menjadi nata de coco efektif dalam meningkatkan kemandirian, efisiensi, dan daya saing usaha, sekaligus mendukung implementasi green economy dan tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat UMKM.