Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PESANTREN, KYAI DAN TAREKAT (Potret Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia) Idrus L
Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan Vol 6, No 2 (2020): AL-DIN: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan
Publisher : fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35673/ajdsk.v6i2.1160

Abstract

This article aims to understand the existence of pesantren (Islamic boarding school) in the history of Islamic education in Indonesia, the roles and linkages of kyai and tariqah in the traditional education system. The study found that pesantren are Islamic educational institutions that are culturally formed from the traditional, unique, and indigenous Indonesian culture. The success of Islamic teachings is inseparable from the role of kyai as an essential element for pesantren. The knowledge tariqah possessed by kyai, as a manifestation of the sufism teachings, is one aspect that characterizes the value system of ahl al-sunnah wa al-jama'ah embraced by pesantren. The connection is implemented in the form of existence of pesantren as a tariqah teaching media. On a small scale, the tarekat itself is used as a means of deed (amaliyah) in fostering the spirituality and morality of the students (santri) in pesantren. Keywords: Pesantren, Kyai, Tarekat, Islamic Education 
ISLAM TANPA PENAKLUKAN: MEMBACA ULANG PROSES ISLAMISASI NUSANTARA Karyadi; Jusni Ramadhani; Idrus L
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.767

Abstract

Alih-alih menggunakan kekerasan untuk menaklukkan kepulauan Indonesia, bukti sejarah menunjukkan bahwa Islam tiba di sana secara damai dan melalui proses akulturasi. Dengan menggunakan metode sejarah sosio-religius, penelitian ini berupaya menelaah kembali proses Islamisasi di kepulauan Indonesia dengan penekanan pada jalur-jalur yang berkelanjutan, adaptif, dan damai. Analisis literatur kualitatif terhadap karya sastra, publikasi ilmiah, dan penelitian terkini mengenai Islam di Nusantara merupakan metodologi yang digunakan. Kesimpulan utama membuktikan bahwa Islamisasi Nusantara terjadi melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf, seni, dan lembaga keagamaan yang berfokus pada akulturasi budaya; penyebarannya berlangsung secara bertahap, damai, adaptif, dan terhubung melalui pusat-pusat peradaban seperti pelabuhan, kerajaan pesisir, pesantren, dan jaringan ulama. Dengan implikasi bagi studi peradaban Islam yang lebih inklusif dan kontekstual, kontribusi tematik artikel ini adalah mengemukakan kembali kerangka konseptual “Islam Tanpa Penaklukan” sebagai narasi global alternatif mengenai penyebaran agama. Kesimpulannya, mengingat dinamika pluralitas sosial-keagamaan, pendekatan damai dan akulturatif tidak hanya memudahkan penerimaan awal tetapi juga mengubah wajah Islam Nusantara, menjadikannya moderat, toleran, dan berkelanjutan.
Membongkar Periodesasi Pendidikan Islam di Indonesia: Antara Fakta Sejarah dan Konstruksi Akademik Muhammad Asriansyah; Ina; Idrus L
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.768

Abstract

Masalah dan tujuan penelitian ini adalah membongkar periodesasi pendidikan Islam di Indonesia serta mengkaji bagaimana narasi sejarah keislaman dibentuk melalui kebijakan kurikulum, PSPB, Sejarah Nasional Indonesia, dan praktik historiografi. Metode yang digunakan menggabungkan kajian historiografi kritis berbasis studi pustaka-kritis dan analisis wacana terhadap dokumen kebijakan, buku teks sejarah, serta literatur keislaman nasional, dengan fokus pada era Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi. Hasil menunjukkan adanya kontinuitas motif literasi keislaman yang direkonstruksi melalui kebijakan negara dan kurikulum, meskipun isi materi serta tokoh yang disorot berubah sesuai dinamika politik nasional. Narasi sejarah tidak netral; konstruksi akademi dipengaruhi oleh posisi penulis, institusi penerbitan, dan konteks ideologis masa tertentu, sehingga narasi masa lampau sering dipengaruhi tujuan politik dan budaya akademik yang dominan pada tiap periode. Analisis narasi kurikulum mengungkap bagaimana identitas nasional dibentuk melalui literasi keagamaan dan nilai patriotik; dekonstruksi narasi masa Orde Baru menyoroti potensi bias ideologis dan fragmentasi naratif yang memengaruhi pemahaman masa lampau. Secara global, kerangka wacana kritis menyediakan alat untuk menilai bahasa, metafora, dan framing teks serta membuka peluang narasi alternatif yang lebih inklusif. Celah metodologis utama meliputi keterbatasan integrasi antara analisis periodesasi dengan historiografi kritis serta keterbatasan basis data sumber primer; rekomendasi untuk masa depan adalah desain studi pustaka-kritis dengan analisis wacana terstruktur dan triangulasi sumber. Kontribusi teoretis utama adalah kerangka integratif yang memadukan revisionisme historis, dekonstruksi naratif, dan analisis wacana terhadap teks sejarah dan kurikulum nasional; secara empiris basis data sumber primer (arsip kebijakan, dokumen kurikulum, teks sejarah) memungkinkan rekontruksi periodesasi secara holistik. Implikasi kebijakan menekankan penyajian narasi sejarah Islam yang seimbang dengan konteks budaya lokal dan dinamika historiografi yang beragam, untuk meningkatkan literasi sejarah yang akurat; saran praktis meliputi penguatan arsip digital, akses terbuka terhadap dokumen kebijakan/kurikulum, serta penyelenggaraan forum ilmiah lintas disiplin untuk validasi temuan sebelum publikasi akhir.
REKONSTRUKSI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KERAJAAN KLASIK DI SUMATERA Mifta Nurjanna; Musdalipa; Idrus L
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.769

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji rekonstruksi historis kebijakan, institusi, dan praktik pendidikan Islam pada masa kerajaan-kerajaan klasik di Sumatera, khususnya Perlak, Samudra Pasai, Aceh, Minangkabau, dan Siak. Kajian ini menempatkan perkembangan pendidikan Islam dalam konteks penyebaran dan pendalaman ilmu keislaman di Nusantara. Metode yang digunakan adalah pendekatan historis-komparatif dengan memanfaatkan sumber-sumber seperti naskah klasik, inskripsi, serta literatur sejarah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam mengalami institusionalisasi melalui lembaga tradisional seperti dayah, surau, dan madrasah, serta jalur pendidikan informal seperti majelis taklim dan halaqah. Terdapat tiga dimensi utama dalam perkembangan tersebut, yaitu: (1) pembentukan institusi pendidikan Islam, (2) pengembangan materi ajaran, kurikulum, dan metode, serta (3) peran jaringan ulama dalam transformasi sosial-keagamaan.Selain itu, penelitian ini menemukan adanya kesinambungan antara sistem pendidikan Islam pada masa kerajaan klasik dengan perkembangan pendidikan Islam modern, yang tercermin dari integrasi antara tradisi lokal dan ajaran Islam.
Madrasah From A Historical Perspective: Its Contribution to The Development of Islamic Education in Indonesia Erwin Saputra; Fatiyah Auli Armedy; Idrus L
International Journal of Applied Research and Innovation Vol. 1 No. 2 (2026): April: Resocia: International Journal of Applied Research and Innovation
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/sdbrnk79

Abstract

This study examines the historical development of madrasah and its contribution to the evolution of Islamic education in Indonesia, addressing the persistent tension between traditional religious instruction and modern educational demands. Despite extensive scholarship, existing studies often lack critical synthesis regarding institutional transformation and epistemological adaptation. This research employs a non-empirical qualitative design based on historical and literature analysis, drawing upon scholarly articles, policy documents, and academic works to construct a comprehensive analytical framework. Data were systematically selected, categorized, and interpreted using a critical-historical approach to identify patterns of institutional change and conceptual shifts. The findings reveal that madrasah have evolved through phases of informal religious instruction, institutional formalization, and modern integration, reflecting adaptive responses to socio-political and educational pressures. Curricular transformation demonstrates a hybrid epistemology that integrates religious and general knowledge, enhancing the relevance of madrasah in contemporary contexts. Additionally, madrasah play a significant socio-educational role in expanding access to education and fostering social mobility, although challenges related to quality disparities and global pressures persist. The study concludes that madrasah remain pivotal in shaping Islamic education through a dynamic balance between tradition and innovation.
Rekonstruksi Sistem Pendidikan Islam Pada Masa Kerajaan Aceh Di Pulau Sumatra Abad Ke XVI-XVII Fatimah Fatimah; Zahra Fil Jannah; Andis Andis; Idrus L
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2026): May: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/a64nb270

Abstract

This study reconstructs the Islamic educational system in the Aceh Sultanate during the sixteenth and seventeenth centuries by employing a non-empirical library research design grounded in critical historiography. The analysis integrates historical, educational, and sociological approaches to examine institutional structures, epistemological foundations, and socio-political relations shaping educational practices. The findings reveal a multilayered system characterized by structured institutional networks, coherent knowledge transmission, and a strong integration between religious authority and political power. Educational practices functioned not only as mechanisms of knowledge dissemination but also as instruments for social reproduction and political legitimation. The curriculum reflected a synthesis of transmitted and rational sciences, supported by dialogical and evaluative pedagogical methods rooted in classical Islamic traditions. Furthermore, the system was embedded within broader socio-economic and intellectual networks, enabling Aceh to emerge as a significant center of Islamic scholarship in Southeast Asia. These findings contribute to contemporary discourse on Islamic education by offering a historically grounded model of integrated, adaptive, and contextually responsive educational systems.
Gerakan Muhammadiyah Sebagai Agen Reformasi Pendidikan Islam Di Indonesia Delsa Dwi Arini; Aulia Suzan; Idrus L
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2026): May: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/r3g22a21

Abstract

This study examines the role of Muhammadiyah as an agent of Islamic education reform in Indonesia through an empirical mixed-methods approach integrating qualitative and quantitative data. The research employs a convergent parallel design to analyze theological foundations of tajdid, institutional dynamics, and the socio-cultural impact of Muhammadiyah’s educational system. Findings reveal that Muhammadiyah successfully integrates religious and general knowledge through a value-based educational framework supported by strong institutional networks and adaptive governance. Quantitative results indicate high levels of perceived effectiveness in character formation, ethical development, and social engagement among learners, while qualitative insights highlight the importance of institutional culture in sustaining reform. The study also identifies Muhammadiyah’s contribution to social empowerment, gender inclusion, and global competitiveness of graduates. These findings suggest that Muhammadiyah represents a sustainable model of progressive Islamic education that combines theological renewal, institutional capacity, and socio-cultural engagement, offering a relevant framework for broader educational reform in Muslim societies.  
Peran Perguruan Tinggi Agama Islam Dalam Mendorong Perkembangan Pendidikan Islam Di Indonesia Hayatun Nisa; Alya Alya; Idrus L
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2026): May: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/mq08ty93

Abstract

This study examines the strategic role of Islamic Higher Education Institutions in advancing Islamic education in Indonesia through a non-empirical, descriptive-analytical library research design. Drawing on an integrative framework that combines historical, sociological, and pedagogical perspectives, the study synthesizes contemporary scholarly literature and policy documents to analyze institutional transformation, academic innovation, and socio-cultural contributions. The findings indicate that institutional transformation enhances governance structures and academic quality, enabling adaptive and competitive educational systems. Curriculum integration between Islamic sciences, general knowledge, and digital literacy fosters interdisciplinary competence and contextual learning relevant to global challenges. Furthermore, the socio-cultural role of these institutions contributes to strengthening religious moderation, civic responsibility, and ethical character formation, positioning them as agents of social transformation. The analysis highlights that the sustainability of Islamic education development depends on the alignment between institutional capacity, curriculum innovation, and societal engagement.  
Dinamika Islamisasi di Nusantara dalam Perspektif Teori Asal Usul Saluran Penyeberangan dan Pola Perkembangan Hasriani Hasriani; Eno Puspitasari; Erwin Erwin; Idrus L
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2026): May: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/rmp5ak19

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of Islamization in the Indonesian Archipelago by integrating perspectives on origins, mechanisms of dissemination, and patterns of development within a conceptual-historical analytical framework. This study employs a qualitative, literature-based approach by examining various relevant primary and secondary sources in the historiography of Islam in the Indonesian Archipelago. The research findings indicate that the process of Islamization did not originate from a single region but was the result of multi-source interactions involving Arabs, Indians, Persians, and Chinese through global trade networks. The spread of Islam occurred through various channels such as trade, marriage, Sufism, education, art, and politics that interacted synergistically. The patterns of Islamic development across various regions of the Nusantara exhibit variations influenced by local geographical, social, and political conditions, yet share a common adaptive and accommodative character toward local cultures. These findings affirm that Islam in the Nusantara was formed through a dialogical process that produced a moderate and inclusive religious character, relevant within the context of contemporary multicultural societies.
Dinamika Pembaharuan Pendidikan Islam: Studi Peran Nahdlatul Ulama di Indonesia Aslam Raf’ha; Hasriana Hasriana; Idrus L
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2026): May: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/dq9hqm76

Abstract

This study examines the dynamics of Islamic educational reform in the context of the role of Nahdlatul Ulama in Indonesia through a qualitative approach based on a literature review. The focus of the study is on the integration of Ahlussunnah wal Jama’ah values into the curriculum, institutional transformation in education, and contributions to religious moderation and deradicalization. The analysis indicates that curriculum reform is achieved by integrating pesantren traditions with modern pedagogical approaches that emphasize digital literacy and critical thinking skills. In terms of institutional aspects, decentralization creates space for local innovation, thereby strengthening governance effectiveness and expanding access to education. The role in religious moderation is realized through the internalization of tolerance values, the strengthening of socio-political literacy, and the utilization of social networks and digital technology. The research findings indicate that the renewal of Islamic education within the NU context is adaptive, integrative, and contextual in response to social and global changes. The contribution of this research lies in strengthening an analytical framework that connects the dimensions of curriculum, institutional structure, and religious moderation into a single dynamic unit of contemporary Islamic education.