Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KESESUAIAN ISI TAYANGAN IKLAN TV DENGAN KELAS SOSIAL TARGET KONSUMEN Megi Primagara
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.27 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v12i2.402

Abstract

Abstrak. Kemampuan iklan dalam menyampaikan pesan kepada konsumen menjadikanbidang ini memegang peran sangat penting bagi keberhasilan perusahaan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian gambaran iklan produk di televisi dengankelas sosial target konsumen, dan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan perancangkreatif iklan di Indonesia dalam menerjemahkan target konsumen produk ke dalam bahasagambar iklan televisi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis yang sangatbermanfaat untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai media massa. Secara umum,penelitian analisa isi dapat dibagi ke dalam sejumlah langkah yang berbeda yaitu: 1)menentukan populasi dan sampel penelitian; 2) menentukan kategorisasi; 3) memilih unitanalisis dari isi media; 4) mencocokkan isi media dengan kategorisasi yang dibuat danmenghitung frekuensinya dan; 5) mengemukakan hasilnya sebagai suatu distribusikeseluruhan dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 66.5% dari total iklan TVyang tayang di TV Indonesia selama tahun 2012 sudah menunjukkan kesesuaian antara targetkonsumen dengan gambaran iklan yang ditampilkan, sedangkan 33.5% spot iklan yangtayang di TV Indonesia selama tahun 2012 tidak menunjukkan kesesuaian. Dengan demikiankemampuan pekerja iklan di Indonesia dalam menyesuiaikan gambaran iklan dan targetkonsumen adalah baik.Abstrak. Kemampuan iklan dalam menyampaikan pesan kepada konsumen menjadikanbidang ini memegang peran sangat penting bagi keberhasilan perusahaan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian gambaran iklan produk di televisi dengankelas sosial target konsumen, dan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan perancangkreatif iklan di Indonesia dalam menerjemahkan target konsumen produk ke dalam bahasagambar iklan televisi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis yang sangatbermanfaat untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai media massa. Secara umum,penelitian analisa isi dapat dibagi ke dalam sejumlah langkah yang berbeda yaitu: 1)menentukan populasi dan sampel penelitian; 2) menentukan kategorisasi; 3) memilih unitanalisis dari isi media; 4) mencocokkan isi media dengan kategorisasi yang dibuat danmenghitung frekuensinya dan; 5) mengemukakan hasilnya sebagai suatu distribusikeseluruhan dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 66.5% dari total iklan TVyang tayang di TV Indonesia selama tahun 2012 sudah menunjukkan kesesuaian antara targetkonsumen dengan gambaran iklan yang ditampilkan, sedangkan 33.5% spot iklan yangtayang di TV Indonesia selama tahun 2012 tidak menunjukkan kesesuaian. Dengan demikiankemampuan pekerja iklan di Indonesia dalam menyesuiaikan gambaran iklan dan targetkonsumen adalah baik.
TIKTOK SEBAGAI SUMBER INFORMASI PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) TAHUN 2024 Megi Primagara; Neni Yulianita
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 6 (2024): Desember : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/tc6fkf40

Abstract

Voters in the 17-21 age group in the 2024 Regional Head Elections (Pilkada) tend to use TikTok as a source of information. This is related to the presence of social media as new media. Dennis McQuail explains that new media is information and communication technology with a related social context that brings together three elements; technological tools and artifacts; activities, practices, and uses and the social order and organisation formed around these tools and practices. The research method uses a literature study with an emphasis on searching documents and online data. The results show that political communication elements consist of political actors, society, and political communication media. Political actors will utilise the media to spread messages to the public, including using TikTok. The selection of TikTok because it is a social media that presents short-duration visuals and is packed with interesting visual effects and music and the content is packed with easy language. With these features, the message of political actors delivered through TikTok can be more easily remembered by novice voters. So that it can help political actors to build public support and opinion.
Word of Mouth Agen Judi Online dalam Mempersuasi Remaja di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang Megi Primagara
Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2026): juni: Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kajian.v3i2.1023

Abstract

Adolescents’ engagement in online gambling has emerged as a social communication phenomenon that continues to intensify alongside the expansion of digital media and networked interaction. This study aims to examine how online gambling agents employ Word Of Mouth (WOM) strategies to persuade adolescents through digital interpersonal communication and to explain how these strategies operate across the dimensions of talking, promoting, and recommending online gambling within youth communities in Karawaci District, Tangerang City. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with one online gambling agent and three adolescent gamblers representing different levels of involvement. The findings indicate that online gambling agents act as central persuasive communication actors who actively construct interpersonal relationships via instant messaging platforms, transforming routine interaction into purposeful persuasive communication. The agents’ strategies reflect key elements of Cialdini’s Six Principles of Persuasion, particularly Reciprocity, Authority, Liking, and Social Proof, which are predominantly processed by adolescents through the peripheral route as outlined in the Elaboration Likelihood Model (ELM). Winning testimonials, gameplay recommendations, and betting patterns function as trust-building mechanisms that reduce perceived uncertainty within illegal online gambling practices. Furthermore, these WOM strategies diffuse through adolescents’ peer networks, fostering behavioral normalization and repeated engagement.