Tasya Ainan Salsabila
Manajemen Dakwah UIN Ar-Raniry

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN RI’AYAH DENGAN MINAT MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN INTENSITAS SHALAT BERJAMAAH (STUDI MASJID AGUNG BAITUL GHAFUR BLANGPIDIE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA) Tasya Ainan Salsabila
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v5i1.13311

Abstract

Pemeliharaan kondisi fisik masjid merupakan salah satu aspek yang  menentukan tingkat minat jamaah untuk melaksankan ibadah di masjid. Berdasarkan pengamatan awal bahwa pada Masjid Agung Baitul Ghafur Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya masih kurangnya kesadaran jamaah dalam bidang ri’ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ri’ayah dengan minat masyarakat dalam meningkatkan intensitas shalat berjamaah di Masjid Agung Baitul Ghafur Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dengan menggunakan teknik penulisan menggunakan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah jamaah Masjid Agung Baitul Ghafur yang berjumlah 730 orang, sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini 100 responden. Dari hasil analisis menggunakan SPSS versi 25 dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas dan uji korelasi. Hasil penelitian ini terdapat hubungan positif dan signifikan antara riayah dengan minat masyarakat dalam meningkatkan intensitas shalat berjamaah. Hal ini dapat ditunjukkan oleh uji korelasi Products moment dengan nilai Pearson correlation sebesar 0,568 menunjukkan pada pedoman derajat hubungan yaitu taraf pengambilan keputusan nilai Pearson correlation sebesar 0,21 s/d 0,40 = korelasi lemah di mana perbandingan derajat rtabel nilai Pearson correlation 0,568 > rtabel 0,195 maka dinyatakan terdapat hubungan. Adapun tingkat presentasi hubungannya yaitu sebesar 32,3%, sedangkan sisanya disebabkan oleh factor hubungan lainnya sebesar 67,7% yang tidak peneliti teliti.