Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN BUDI DAYA STROBERI DI DISTRIK WALESI KABUPATEN JAYAWIJAYA Alber Tulak; Khaerunisa Khaerunisa; Shoy3 Shoy3
OPTIMA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.039 KB) | DOI: 10.33366/optima.v3i1.1247

Abstract

Tanaman stroberi merupakan salah satu sumber pendapatan dalam sektor pertanian di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua khususnya di Distrik Walesi. Budidaya yang dilakukan oleh petani saat ini masih bersifat konvensional dan masih dalam skala kecil dan masih perlu pengembangan. Adapun permasalahan yang dihadapi adalah belum diketahui bagaimana potensi dan faktor-faktor lingkungan eksternal dan lingkungan internal serta bagaimana pengembangan strategi budidaya stroberi di Distrik Walesi Kabupaten Jayawijaya. Tujuan dari penetian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi dan faktor-faktor lingkungan eksternal dan lingkungan internal usahatani budidaya stroberi di Distrik Walesi Kabupaten Jayawijaya serta merumuskan pengembangan strategi budidaya stroberi di Distrik Walesi Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, kualitatif dan analisis SWOT.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1. Faktor-faktor internal sebagai berikut berikut: a. Kekuatan: Iklim yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman stroberi, produk unggulan daerah, dan konsumen. b. Kelemahan: modal petani yang terbatas, manajemen usaha yang belum memadai, dan peningkatan sdm yang belum dicapai. c. Peluang :  pasar yang masih terbuka, dukungan dari pemerintah terhadap pengembangan budidaya stroberi, dan motif ekonomi pasar yang kuat dengan adanya investor. d. Ancaman: masuknya produk stroberi dari daerah lain, adanya peningkatan biaya, dan belum ada industri yang mau menjadi mitra. 2. Alternatif strategi yang dapat diterapkan:  a. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi stroberi agar mampu memenuhi permintaan konsumen. b. Memaksimalkan SDM untuk melakukan perbaikan dalam strategi pemasaran serta mempertahankan kualitas stroberi. c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi stroberi agar mampu memenuhi permintaan konsumen dengan menerapkan konsep agrowisata stroberi. 3. Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam upaya pengembangan agribisnis stroberi di Distrik Walesi adalah meningkatkan pendidikan dan pengajaran serta permodalan melalui kelembagaan dengan menyentuh seluruh petani untuk meningkatkan kuantitas serta kualitas stroberi untuk memenuhi permintaan pasar.
STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN BABI DI DISTRIK HUBIKIAK KABUPATEN JAYAWIJAYA Alber Tulak; Khaerunnisa Khaerunnisa; Landius Landius
OPTIMA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.084 KB) | DOI: 10.33366/optima.v3i1.1254

Abstract

Daerah kantong ternak babi di Indonesia salah satunya adalah Provinsi Papua yang dikenal memiliki kearifan lokal dalam beternak babi. Papua sangat berpotensi untuk pengembangan ternak babi khususnya babi lokal karena keadaan sosial budaya masyarakat Papua yang mayoritas beragama non muslim, pasaran ternak babi di Papua cukup baik. Kabupaten Jayawijaya merupakan salah satu wilayah yang masyarakatnya melakukan ternak babi khususnya di Wamena sebagai ibu kota Jayawijaya, karean babi merupakan harta yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan budaya atau acara adat.  Pada pengembangan peternakan babi belum diketahui bagaimaa potensi dan faktor-faktor lingkungan eksternal dan lingkungan internal usaha peternakan babi di Hubikiak Kabupaten Jayawijaya dan Bagaimana  strategi pengembangan usaha peternakan babi di Distrik Hubikiak Kabupaten Jayawijaya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi dan faktor-faktor lingkungan eksternal dan lingkungan internal usaha peternakan babi di Hubikiak Kabupaten Jayawijaya dan Merumuskan strategi pengembangan usaha peternakan babi di Distrik  Hubikiak Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini dilakukan di Distrik Hubikiak  Kabupaten Jayawijaya pada bulan Juli sampai pada bulan September 2017. Jumlah responden sebanyak 25 orang yang berasal dari pelaku peternakan babi di Distrik Hubikiak Kabupaten Jayawijaya. Data dikumpukan adalah data primer dan data sekunder. Data di analisis dengan menggunakan analisis SWOT.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa, identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usaha peternakan babi di Distrik Hubikiak Kabupaten Jayawijaya.  ditemukan 8 faktor yang terdiri dari faktor kekuatan internal budaya, pakan lokal, harga dan bibit unggul, faktor kelemahan internal terdiri dari faktor modal, manajemen usaha peternakan, tingkat SDM, erkandangan, faktor peluang eksternal terdiri dari faktor pasar, dukungan dari pemerintah, jenis babi lain/babi non lokal, pesta budaya, sedangkan  faktor ancaman eksternal terdidri dari faktor produk  daging babi dari luar, penigkatan biaya, pencurian, dan  penyakit. Strategi pengembangan usaha peternakan babi dapat menggunakan strategi SO ialah, memiliki budaya yang kuat dan berkaitan erat dengan ternak babi, tentunya peluang dalam pemanfaatan pasar yang cukup tersedia dengan harga babi yang mahal. Ketersediaan pakan lokal untuk mendukung usaha ternak babi, dan penggunaan bibit unggul, yang diharapakan adanya dukukungan dari pemerintah daerah lebih maksimal seperti peningkatan kapasitas SDM, bantuan pakan tambahan, bibit unggul dan penyuntikan ternak.