Teguh Marhendi
Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI SERAYU KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS Teguh Marhendi; Imtinan Khoirunissa
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2021): CIVENG VOLUME 2 NO.2 JULI 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.664 KB) | DOI: 10.30595/civeng.v2i2.11056

Abstract

Daerah Irigasi Serayu berada di bawah pengelolaan Perwakilan Balai Wilayah Tajum, Balai PSDA Serayu Citanduy Dinas PSDA Propinsi Jawa Tengah. Daerah Irigasi Serayu terletak di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Daerah irigasi ini memiliki total daerah cakupan pengairan lebih kurang 210 km2 yang terbentang di 3 Kabupaten, yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap dan sebagian wilayah Kabupaten Kebumen. Pada tahun 2019 lalu, kebutuhan air irigasi serayu direncanakan sudah cukup memenuhi kebutuhan. Namun pada hasilnya masih terdapat kekurangan yang disebabkan karena adanya perbaikan-perbaikan saluran yang membuat faktor kehilangan air menjadi tinggi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kebutuhan air irigasi di daerah irigasi Serayu di Kecamatan Sumpiuh dengan acuan Pola Tanam tahun 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kebutuhan air irigasi saluran sekunder sumpiuh hasil perhitungan, angka terbesarnya ada pada MT I bulan November periode II yaitu 423,14 lt/dt sedangkan angka terkecilnya di MT III bulan Juni periode 1 yaitu 146,82 lt/dt. Lalu kebutuhan air irigasi saluran sekunder sumpiuh di lapangan, angka terbesarnya ada pada MT I bulan Oktober periode II dan MT III bulan September periode II yaitu 267,00 lt/dt sedangkan angka terkecilnya di MT II bulan April periode 1 yaitu 136,00 lt/dt. Pada kebutuhan air irigasi saluran sekunder selandaka hasil perhitungan, angka terbesarnya ada pada MT I bulan November periode II yaitu 13,66 lt/dt sedangkan angka terkecilnya di MT III bulan Juni periode 1 yaitu 39,36 lt/dt. Lalu kebutuhan air irigasi saluran sekunder sumpiuh di lapangan, angka terbesarnya ada pada MT I bulan Oktober periode II dan MT III bulan September periode II yaitu 25,00 lt/dt sedangkan angka terkecilnya di MT II bulan Maret periode 1 yaitu 8,00 lt/dt.
PENGARUH PELAKSANAAN FLUSHING TERHADAP PENGURANGAN VOLUME AIR DAN SEDIMEN DI WADUK MRICA Teguh Marhendi; Dani Suryana
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2020): CIVENG VOLUME 1 NO.2 JULI 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.814 KB) | DOI: 10.30595/civeng.v1i2.9297

Abstract

Waduk Mrica merupakan salah satu waduk di Indonesia yang terus mengalami problematik terkait peningkatan sedimentasi. Sampai dengan tahun 2017, total sedimen yang masuk ke waduk telah mencapai 114 juta m3. Angka ini di satu sisi sudah mencapai kapasitas dead storage dari waduk tersebut dan dianggap telah mengganggu kinerja operasional waduk. Berbagai upaya terus dilakukan oleh manajemen waduk utnuk mengurangi peningkatan sedimentasi. Upaya yang sering dilakukan adalah dengan melakukan flushing untuk membuang sedimen yang masuk dan mengurangi rsiko terhadap operasional PLTMH di waduk tersebut. Paper ini dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh upaya flushing di waduk Mrica terhadap resiko pengurangan volume air terbuang dibandingkan dengan volume sedimen yang terbuang. Metode yang diterapkan dalam analisis ini menggunakan analisis statistika untu melihat hubungan dalam upaya pengurangan sedimen dan volume air yang terbuang dalam kurun waktu tertentu.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah volume air yang terbuang jauh lebih besar dibandingkan volume sedimen yang ikut terbuang pada saat pelaksanaan flushing. Total volume sedimen yang terbuang kurun waktu 2009-2018 dan prediksi tahun 2018-2028 hanya mencapai 29,986 juta m3, sedangkan volume air yang ikut terbuang di kurun waktu tersebut mencapai 971,817 juta m3
ANALISIS OPERASIONAL WADUK PANGSAR SOEDIRMAN UNTUK REDUKSI PENINGKATAN SEDIMEN MASUK Teguh Marhendi
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2022): CIVENG VOLUME 3 NO.1 JANUARI 2022
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.428 KB) | DOI: 10.30595/civeng.v3i1.12810

Abstract

Perkembangan peningkatan sedimentasi yang masuk Waduk Pangsar Soedirman sejak tahun 1989 hingga tahun 2018 sudah mencapai 77% atau sekitar 114 juta m³. Beberapa pemicu peningkatan sedimentasi  di Waduk Pangsar Soedirman antara lain perubahan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai bagian hulu dan faktor kelerengan lahan. Peningkatan sedimentasi ini mendorong pihak pengelola Waduk Pangsar Soedirman untuk melakukan upaya mengurangi peningkatan sedimentasi yang masuk ke waduk. Kegiatan Flushing menjadi salah satu upaya yang rutin dilakukan sepanjang tahun dengan jumlah yang bervariasi antara 2 hingga 30 kali dalam  setahun. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis efektivitas flushing dalam upaya reduksi sedimentasi terhadap valume air waduk yang terbuang saat pelaksanaan. Data penelitian berupa data Sedimen dan data Flushing Waduk Mrica periode tahun 1992-2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa  jumlah total sedimentasi yang terbuang selama ini dari tahun 1992-2018 sebesar 13.058.611,99 m3 atau 3,327 % dari total air dan sedimen yang terbuang saat flushing. Sedangkan volume air yang terbuang sebesar 379.389.296,00 m3 atau 96,673 % atau efektivitas penggunaan model flushing terhadap reduksi peningkatan sedimen sebesar 3,44 %.
EFEKTIVITAS OPERASIONAL PINTU AIR SALURAN SEKUNDER DAERAH IRIGASI KEDUNG LIMUS Teguh Marhendi; Okti Kusuma Ningsih
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2020): CIVENG VOLUME 1 NO.1 JANUARI 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.488 KB) | DOI: 10.30595/civeng.v1i1.9289

Abstract

Bendung Arca atau Bendung Kali Pelus merupakan bendung yang melintasi Desa Arcawinangun Kecamatan Purwokerto Timur. Bendung Arca mempunyai 2 buah pintu pengambilan, ke arah kanan dan kiri. Saluran Induk Kedung Limus Arca sisi kanan mempunyai panjang saluran 1852 m, dengan lebar dasar saluran rata-rata  mencapai 2,50 meter dan sebagian besar dinding saluran telah dilinning (pasangan batu kali). Debit yang masuk intake pada saluran induk kanan yaitu 0,7736 m3/dt dengan kebutuhan air pada saluran induk sebesar 34,7 lt/dt. Operasional pintu air pada Bendung Arca dilaksanakan berdasarkan 2 kondisi Elevasi Muka Air yaitu pada saat musim kemarau dan musim penghujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pintu-pintu air pada beberapa saluran sekunder. Dari hasil analisis efektivitas irigasi pada beberapa saluran sekunder Daerah Irigasi Kedung Limus, nilai efektivitas tertinggi pada saluran sekunder terdapat pada bulan September periode I dengan nilai efektivitas sebesar 100%, sedangkan nilai efektivitas terendah terjadi pada bulan juni periode I dengan nilai efektifitas sebesar 21