Ilyas Ilyas
Prodi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Langlangbuana

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : EDUCARE

PERAN IDEAL DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Ilyas Ilyas
EDUCARE Vol. 6 No. 1, Agustus 2008
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.194 KB)

Abstract

Dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai dosen pembimbing akademik di perguruan tinggi, maka dosen tersebut harus memenuhi faktor-faktor sebagai berikut: mempunyai buku pedoman bimbingan; memahami prinsip-prinsip dasar dan teknik biimbingan; psikologi belajar dan teori belajar yang memadai.Secara ideal sebagai pembimbing akademik, dosen diharapkan mampu menjalankan kesepuluh peran dan fungsi sbb.: dosen sebagai organisator; dosen sebagai fasilitator; dosen sebagai inovator; dosen sebagai penemu; dosen sebagai teladan; dosen sebagai evaluator; dosen sebagai pemandu; dosen sebagai pencipta; dosen sebagai pengabdi dan pelayan bagi masyarakat; dan dosen sebagai konselor.Kata Kunci: dosen wali, prestasi belajar.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Type Group Investigation Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Interpersonal Siswa Seny Chlidatun Farida; Rita Zahara; Ilyas
EDUCARE Vol. 11 No. 2, Desember 2013
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.07 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif type Group Investigasion dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Interpersonal Siswa”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal siswa kelas XI SMKN 1 Bandung dalam pembelajaran melalui model kooperatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama melakukan observasi awal, pertemuan kedua melakukan observasi akhir terhadap kelas tersebut. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini kelas XI PS 3 sebagai kelas eksperimen dan XI PS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan interpersonal siswa dengan lembar observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji, Normalitas, Uji Homogenitas dan Uji dua Rerata (Uji-t). Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut: 1.Terdapat peningkatan kemampuan interpersonal siswa dengan penerapan model kooperatif lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya secara konvensional. 2. Mengetahui perbedaan dalam kemampuan interpersonal siswa yang terdapat di kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam penggunaan model pembelajaran dan tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran kewirausahaan.
Efektivitas Metode Pemberian Tugas Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Dalam Belajar Hana Ika Nurmayani; Ria Herdhiana; Ilyas
EDUCARE Vol. 12 No. 2, Desember 2014
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.035 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektifivitas metode pemberian tugas, sehingga diketahui apakah dapat meningkatkan kemampuan disiplin belajar siswa atau tidak. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Quasi Eksperimen Tipe Nonequvalent Control Group Design. Dalam penelitian ini siswa dibagi kedalam dua kelas, yaitu kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan metode pemberian tugas dan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Penelitian ini dilakukan dikelas XII IPS 1 dan kelas XII IPS 4 di SMA Negeri 1 Banjaran dengan jumlah sampel 36 orang dari masing-masing kelas. Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan kemampuan menganalisis siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan metode pemberian tugas memiliki nilai awal rata-rata kelas sebelum diberikan perlakuan adalah 114,58 dari jumlah siswa 36 orang pada kelas eksperimen. Namun, setelah diberikan perlakuan dengan metode pemberian tugas nilai akhir disiplin belajar siswa meningkat menjadi 126,30 dari total siswa yang berjumlah 36 orang. Sedangkan pada kelas kontrol dengan jumlah siswa yang sama ketika dilakukan nilai awal rata-rata kelas 112,36 dari total 36 siswa. Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan metode ceramah, nilai rata-rata kelas dan nilai akhir adalah 118, 97. Kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kenaikan dari hasil awal ke akhir. Namun peningkatan kelas kontrol tidak sebaik kelas eksperimen.