Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LATIHAN BEBAN BAGI PENDERITA OSTEOPOROSIS Ricky Wahyu Sugiarto
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 2 (2015): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v11i2.5727

Abstract

Osteoporosis merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan pengurangan massa tulang,sehingga keropos dan mudah patah. Puncak massa tulang pada usia 30 tahun, selanjutnya melewatiumur tersebut terjadi penurunan. Faktor penyebab osteoporosis, meliputi: faktor sejarah keluarga,reproduktif, gaya hidup, pemakaian obat, kondisi medis, dan endogenik.Kalsium yang berfungsi sebagai pembentuk tulang perlu dipenuhi oleh penderita osteoporosis,agar massa tulangnya tidak berkurang. Manula dan wanita menopause membutuhkan kalsium sampai1.200-1.500 mg/hari. Osteoporosis mengakibatkan patah tulang yang paling sering adalah padapunggung (vertebra spinalis, torakalis, lumbalis), paha (leher femur, trochanterica), dan lengan bawah(distal radius). Patah tulang dapat dicegah dengan melakukan latihan beban. Program latihan bebanyang baik harus dilakukan hati-hati, progresif, bersifat individual, beban disesuaikan, berkelanjutan,menghindari bagian tubuh yang lemah, didampingi instruktur, dan dengan petunjuk dokter. Latihanbeban dapat dilakukan dengan dumbbell, berat badan sendiri, leg press machine dan pita elastis.Kata kunci: latihan beban, osteoporosis.