Galih Wibisono
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELANGGARAN MAKSIM PRINSIP KERJA SAMA TOKOH UTAMA PADA FILM 梁祝(LIANG ZHU) SAMPEK ENGTAY Galih Wibisono
Jurnal Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (Jurnal APSMI) Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Cakrawala Mandarin
Publisher : Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.537 KB) | DOI: 10.36279/apsmi.v1i2.22

Abstract

Abstrak:Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan pelanggaran terhadap maksim-maksim dalam Prinsip Kerja Sama Grice yang terdapat dalam film berbahasa Mandarin yaitu梁祝 (Liang Zhu). Berdasarkan hasil analisis pada film tersebut ditemukan bahwa (1) pelanggaran maksim-maksim prinsip kerja sama berupa pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim kualitas, pelanggaran  maksim relevan, dan pelanggaran maksim cara. Terdapat akibat yang ditimbulkan terhadap keempat maksim dalam pertuturan  tersebut. Tuturan yang melanggar maksim kuantitas mengakibatkan  tidak informatifnya sebuah tuturan karena informasi yang diberikan terlalu berlebihan. Pelanggaran maksim kualitas dapat mengakibatkan lawan tutur salah menangkap informasi karena informasi yang disampaikan penutur tidak meyakinkan atau tidak benar. Kemudian, pelanggaran  pada pelanggaran maksim relevan dapat menimbulkan ketidaksambungan pertuturan antara pihak penutur dan petutur. Terakhir, pelanggaran maksim cara  dapat mengakibatkan salah paham dan kebingungan pada pihak penutur dan petutur karena ketidakjelasan makna tuturan dan (2) fungsi pelanggaran maksim-maksim prinsip kerjasama yaitu fungsi asertif dan fungsi ekspresif. Pelannggaran terhadap maksim-maksim tersebut berfungsi asertif memiliki maksud untuk menunjukkan, menjelaskan alasan. Selain itu,  pelanggaran pada fungsi ekspresif yaitu berfungsi untuk menunjukkan perasaan jengkel dan keluhan.Kata kunci: prinsif kerja sama, maksim dalam prinsip kerja sama, bentuk pelanggaran  maksim, fungsi pelangaran maksim