Kabul, S.S., M.Hum., Assa Rahmawati
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MAKNA NAMA TIONGHOA DAN HARAPAN ORANGTUA Raditya Paramasuta S.Hum.; Assa Rahmawati Kabul, S.S., M.Hum.
Jurnal Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (Jurnal APSMI) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Cakrawala Mandarin
Publisher : Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.87 KB) | DOI: 10.36279/apsmi.v5i2.135

Abstract

Nama seseorang selain sebagai identitas diri juga mencerminkan harapan dari para orangtua. Tulisan ini membahas kaitan antara makna yang terkandung dalam nama Tionghoa dengan harapan orangtua. Delapan nama Tionghoa yang menjadi data dalam tulisan ini diperoleh melalui wawancara terhadap tiga tokoh masyarakat Tionghoa Benteng. Selain itu, studi pustaka juga dilakukan untuk pemahaman teori dan analisis makna nama. Makna nama dianalisis menggunakan teori semiotika dari Ogden & Richards. Kamus Besar Tionghoa Indonesia terbitan Pustaka Bahasa Asing, Beijing tahun 1995, dan 现代汉语词典Xiàndài Hànyǔ Cídiǎn ‘Kamus Bahasa Cina Modern’ tahun 2017’ terbitan The Commercial Press tahun 2017 digunakan untuk mencari makna kata secara leksikal. Penelitian ini menemukan bahwa orangtua memberikan nama yang bermakna baik yang mencerminkan harapan mereka. Nama yang melambangkan kekuatan diberikan kepada anak laki-laki, nama yang melambangkan kecantikan diberikan kepada anak perempuan. Selain itu, nama yang melambangkan keberuntungan juga diberikan kepada anak laki-laki dan perempuan. Kata kunci: nama Tionghoa; makna; semiotika; Ogden & Richards; harapan orangtua.
KATA SERAPAN DARI BAHASA HAKKA DALAM LEKSIKON BAHASA INDONESIA Manzhuur Daanisy Ahmad Thaahir Pontoh; Assa Rahmawati Kabul
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 24 No 1 (2023): SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/semiotika.v24i1.31095

Abstract

Indonesian language borrowed heavily from languages spoken inside Indonesian territory. The borrowing is caused by language contact between Malay (and now Indonesian) and other languages, including several Sinitic languages that have been spoken for centuries in Indonesia. Hakka Chinese is one of the largest Sinitic languages in Indonesia by the number of speakers, therefore borrowing from Hakka Chinese in Indonesian is bound to happen. The aim of this research is to find borrowings from Hakka Chinese in Indonesian lexicon, also to find semantic changes in those borrowings. Methods in finding the borrowings started from compiling all the possible Hakka loanwords from Hakka lexicons into a wordlist. The wordlist is verified by native Indonesian Hakka Chinese correspondent, and then compared to lemmas in the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) to find any semantic changes. We found that there are 44 loanwords from Hakka Chinese in Indonesian, of which 15 words had semantic changes and 29 others have not any semantic changes.
STRATEGI PEMERTAHANAN SENI TRADISI BARONGSAI PADA MASYARAKAT CINA BENTENG DI TENGERANG Syahrial; Assa Rahmawati Kabul
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 11 No. 2 (2023): Konvergensi: Seni dan Teknologi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v11i2.185

Abstract

Masyarakat Indonesia sudah sejak lama mengenal pertunjukkan Barongsai meskipun pada masa Orde Baru sempat mendapat hambatan untuk tampil di depan khalayak, namun masih tetap hidup dan dapat dinikmati dalam berbagai kesempatan. Hal ini karena kecintaan masyarakat pendukungnya terhadap tradisi yang telah dikembangkan para leluhurnya. Salah satu pendukung keberadaan Barongsai adalah masyarakat Tionghoa di wilayah Tangerang, yang dikenal sebagai Cina Benteng (Ciben). Tulisan ini membahas usaha pemertahanan Barongsai yang dilakukan oleh masyarakat Ciben terhadap tradisi ini. Tujuannya adalah menjelaskan strategi pemertahanan yang telah dilakukan serta filosofi dan ragam hias yang melekat pada Barongsai. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif yang didukung oleh studi lapangan dan pustaka. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa upaya pelestarian seni Barongsai Khong Cu Bio, tidak sebatas meregenerasi usia para anggotanya saja yaitu proses transmisi generasi tua kepada generasi muda tetapi juga diperlukan inovasi kreasi bentuk dan diversifikasi media yang hendak digunakan agar dapat tetap lestari seiring perubahan yang terjadi dalam masyarakat pendukungnya.