Surya Wijaya
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji In Vitro Efek Antibakteri Ekstrak Daging Muda Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Terhadap Klebsiella Pneumoniae Surya Wijaya; Hendra Nopriansyah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia hingga saat ini masih tercatat sebagai masalah kesehatan utama pada anak di negara berkembang. Kondisi diperparah dengan munculnya ancaman bakteri resisten ant?biotik. Beberapa bukti klin?s menunjukkan mahkota dewa (Phaler?a macrocarpa) berpotensi tuttuk mengobati pneumonia Tujuan: Mengetahui efek dari ekstrak daging muda mahkota dewa dalam menghambat pertumbuhan Klebsiella pneumoniae. Metodologi: Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental dengan rancangan post-test dan kelompok kontrol. Ekstrak daging muda buah malikota dewa didapatkan dengan proses soxhletasi dengan metode ekstraksi bertingkat. Ekstrak aktif antibakteri kemudian diuji akhvitasnya terhadap isolat K pneumoniae dengan metode d?fus? agar menggunakan Cakram K?rby-Bauer. Data kemudian dianalis?s secara statistik menggunakan SPSS versi 16. Hasll: Ekstrak etilasetat dan etanol dari daging muda buah mahkota dewa mampu menghambat pertumbuhan bakteri K. pneu?uonine dengan nila? KHM kedua ekstrak berada pada konsentrasi 1%. Nilai kesetaraan antibiotik ampisilin dengan ekstrak etilasetat dan etanol dari buah muda mahkota dewa berturut-turut adalah 0,053% dan 0,003% terhadap K.pneun?oniae. Simpulan: Ekstrak etilasetat dan ekstrak etanol daging muda buah mahkota dewa memiliki efek inhibisi terhadap bakteri penyebab utama penyak?t pneumonia, yaitu K. pneumoniae
PEDOMAN DIAGNOSIS BRONKIOLITIS AKUT Surya Wijaya
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkiolitis akut merupakan infeksi saluran pernapasan bagian bawah yang sering terjadi pada bayi. Kasus ini menimbulkan tingkat perawatan di rumah sakit, morbiditas, dan mortalitas yang cukup tinggi. Namun, diagnosis bronkiolitis akut sering kali salah didiagnosis sebagai asma atau bronkopneumonia. Pengetahuan tentang diagnosis bronkiolitis penting untuk diketahui untuk mencegah kejadian tersebut. Pada anamnesis, anak pernah terpajan dengan anggota keluarga yang menderita infeksi virus beberapa minggu sebelumnya. Gejala awal berupa gejala infeksi respiratorius atas akibat virus, seperti pilek ringan, batuk, dan demam; dapat disertai dengan sesak napas. Pemeriksaan fisik pada anak yang mengarah ke diagnosis bronkiolitis adalah adanya takipnea, takikardi, peningkatan suhu di atas 38,5°C, napas cuping hidung dan retraksi interkostal ekspirasi memanjang hingga wheezing pada auskultasi paru. Pemeriksaan penunjang pada kasus disesuaikan dengan kebutuhan berupa pemeriksaan darah rutin, saturasi oksigen, dan analisis gas darah.Kriteria bronkiolitis terdiri dari (1) wheezing pertama kali, (2) umur 24 bulan atau kurang, (3) pemeriksaan fisik sesuai dengan gambaran infeksi virus misalnya batuk, pilek, demam dan (4) menyingkirkan pneumonia atau riwayat atopi yang dapat menyebabkan wheezing. Diagnosis banding kasus adalah asma dan bronkopneumonia. Oleh karena itu, diagnosis bronkiolitis akut dapat ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisis, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan penunjang lainnya.
POTENSI PEMANFAATAN GREEN TEA-DERIVED POLYPHENOLS (GTPS) TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) SEBAGAI INOVASI PENGEMBANGAN TERAPI ADJUVAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS Surya Wijaya
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global yang mengkhawatirkan Setiap tahun, tercatat 2 juta penduduk dunia meninggal akibat tuberkulosis. Penyebab utama kekurangefektifan terapi adalah karakteristik M. tuberculosis yang mampu menghindari sistem pertahanan tubuh manusia. Melalui beberapa mekanisme green tea-derived polyphenols (GTPs) yang tidak dimiliki oleh obat antituberkulosis first-line saat ini, diharapkan dapat menjadi terapi adjuvan tuberkulosis baru yang lebih aman dan efektif. Potensi imunomodulator GTPs akan merangsang respon imun seluler dengan meningkatkan produksi maupun aktivitas dari beberapa sitokin penting, seperti IL-12, IFN- ?, dan TNF-?. GTPs juga berpotensi untuk menurunkan kerusakan jaringan paru permanen yang terjadi akibat proses infeksi dengan menghambat respon imunopatologis dari TNF-?, histamin, ROS dan RNI. Selain itu, GTPs terbukti mampu menghambat Sp1, yang merupakan faktor transkripsi yang paling berperan dalam ekspresi gen TACO, molekul host-protein yang paling berperan dalam kemampuan M. tuberculosis untuk hidup di dalam makrofag, Oleh karena itu, GTPs berpotensi untuk diaplikasikan sebagai terapi adjuvan pada pasien tuberkulosis karena memiliki efek imunomodulator, antioksidan kuat, dan penghambatan transkripsi gen TACO. Namun, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan potensi tersebut sekaligus meminimalkan efek samping yang mungkin terjadi.