Tomi Yulianto
Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Mentalitas Silo Ditinjau dari Perspektif Alkitab Styadi Senjaya; Tjutjun Setiawan; Tomi Yulianto; Yusup Heri Harianto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.260

Abstract

Pandangan tentang mentalitas silo ada dalam gereja dari waktu ke waktu. Faktor seperti cara komunikasi, penyampaian visi, dan lainnya ikut memengaruhi hal tersebut. Beberapa studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kekuatan organisasi, teknik silo-busting, dan tingkat kolaborasi dalam organisasi tertentu, organisasi yang menggunakan teknik silo-busting dibandingkan dengan organisasi yang memiliki tingkat kinerja yang lebih rendah, kolaborasi internal yang lebih baik dalam sebuah organisasi. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan perspektif Alkitab tentang mentalitas silo. Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini, yaitu metode kualitatif studi pustaka, menemukan cara Alkitab untuk dapat mengatasi mentalitas silo dalam melakukan pelayanan di gereja. Tulisan ini diharapkan dapat membantu gereja Tuhan untuk merumuskan manajemen gereja yang tepat dan sesuai dalam menjalankan organisasinya, hingga world view (pemahaman) pemimpin gereja menjadi benar. Kata Kunci: Manajemen Gereja, Mentalitas Silo, Kepemimpinan, Delegasi Abstract:This view of the silo mentality has existed in the church from time to time. Factors such as the way of communication, delivery of the vision, and others also influence this. Several studies show that there is a relationship between organizational strength, silo-busting technique, and the level of collaboration in a particular organization, organizations that use silo-busting techniques compared to organizations that have lower levels of performance, better internal collaboration within an organization. This paper aims to find a biblical perspective on the silo mentality. The research used in this paper, which is a qualitative method of literature study, finds the Bible's way to overcome the silo mentality in serving in the church. This paper is expected to help God's church to formulate appropriate and suitable church management in running its organization, so that the world view (understanding) of church leaders becomes correct. Keywords: Church Management, Silo Mentality, Leadership, Delegation
Mentalitas Silo Ditinjau dari Perspektif Alkitab Styadi Senjaya; Tjutjun Setiawan; Tomi Yulianto; Yusup Heri Harianto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.260

Abstract

Pandangan tentang mentalitas silo ada dalam gereja dari waktu ke waktu. Faktor seperti cara komunikasi, penyampaian visi, dan lainnya ikut memengaruhi hal tersebut. Beberapa studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kekuatan organisasi, teknik silo-busting, dan tingkat kolaborasi dalam organisasi tertentu, organisasi yang menggunakan teknik silo-busting dibandingkan dengan organisasi yang memiliki tingkat kinerja yang lebih rendah, kolaborasi internal yang lebih baik dalam sebuah organisasi. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan perspektif Alkitab tentang mentalitas silo. Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini, yaitu metode kualitatif studi pustaka, menemukan cara Alkitab untuk dapat mengatasi mentalitas silo dalam melakukan pelayanan di gereja. Tulisan ini diharapkan dapat membantu gereja Tuhan untuk merumuskan manajemen gereja yang tepat dan sesuai dalam menjalankan organisasinya, hingga world view (pemahaman) pemimpin gereja menjadi benar. Kata Kunci: Manajemen Gereja, Mentalitas Silo, Kepemimpinan, Delegasi Abstract:This view of the silo mentality has existed in the church from time to time. Factors such as the way of communication, delivery of the vision, and others also influence this. Several studies show that there is a relationship between organizational strength, silo-busting technique, and the level of collaboration in a particular organization, organizations that use silo-busting techniques compared to organizations that have lower levels of performance, better internal collaboration within an organization. This paper aims to find a biblical perspective on the silo mentality. The research used in this paper, which is a qualitative method of literature study, finds the Bible's way to overcome the silo mentality in serving in the church. This paper is expected to help God's church to formulate appropriate and suitable church management in running its organization, so that the world view (understanding) of church leaders becomes correct. Keywords: Church Management, Silo Mentality, Leadership, Delegation
Mentalitas Silo Ditinjau dari Perspektif Alkitab Styadi Senjaya; Tjutjun Setiawan; Tomi Yulianto; Yusup Heri Harianto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.260

Abstract

Pandangan tentang mentalitas silo ada dalam gereja dari waktu ke waktu. Faktor seperti cara komunikasi, penyampaian visi, dan lainnya ikut memengaruhi hal tersebut. Beberapa studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kekuatan organisasi, teknik silo-busting, dan tingkat kolaborasi dalam organisasi tertentu, organisasi yang menggunakan teknik silo-busting dibandingkan dengan organisasi yang memiliki tingkat kinerja yang lebih rendah, kolaborasi internal yang lebih baik dalam sebuah organisasi. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan perspektif Alkitab tentang mentalitas silo. Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini, yaitu metode kualitatif studi pustaka, menemukan cara Alkitab untuk dapat mengatasi mentalitas silo dalam melakukan pelayanan di gereja. Tulisan ini diharapkan dapat membantu gereja Tuhan untuk merumuskan manajemen gereja yang tepat dan sesuai dalam menjalankan organisasinya, hingga world view (pemahaman) pemimpin gereja menjadi benar. Kata Kunci: Manajemen Gereja, Mentalitas Silo, Kepemimpinan, Delegasi Abstract:This view of the silo mentality has existed in the church from time to time. Factors such as the way of communication, delivery of the vision, and others also influence this. Several studies show that there is a relationship between organizational strength, silo-busting technique, and the level of collaboration in a particular organization, organizations that use silo-busting techniques compared to organizations that have lower levels of performance, better internal collaboration within an organization. This paper aims to find a biblical perspective on the silo mentality. The research used in this paper, which is a qualitative method of literature study, finds the Bible's way to overcome the silo mentality in serving in the church. This paper is expected to help God's church to formulate appropriate and suitable church management in running its organization, so that the world view (understanding) of church leaders becomes correct. Keywords: Church Management, Silo Mentality, Leadership, Delegation
Keberhasilan Yosua dalam Tugas dan Kehidupan: Studi Eksposisi Yosua 1:1-9 Adi Prasetyo Wibowo; Tjutjun Setiawan; Tomi Yulianto
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v5i1.271

Abstract

Semua orang ingin berhasil dalam menjalankan tugas tanggung jawabnya maupun dalam kehidupannya terlebih lagi bagi seorang pemimpin, ia akan berusaha untuk berhasil dalam tugasnya. Kepemimpinan yang berhasil merupakan kebutuhan mendasar pada setiap zaman sebagaimana contoh yang tertulis dalam Alkitab tentang Yosua. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji keberhasilan Yosua dalam menjalankan tugas dan kehidupannya melalui studi eksposisi Yosua 1:1-9. osua menggantikan Musa yang telah mati di dalam memimpin bangsa Israel ke tanah perjanjian, dan ini merupakan tugas yang tidak mudah. Musa saja selama hampir empat puluh tahun memimpin banyak halangan dan hambatan yang dialaminya baik dari pihak eksternal maupun internal yaitu dari bangsa yang dipimpinnya. Bagaimana Yosua dapat menuntaskan tugas dan tanggung jawabnya dan bahkan berhasil juga dalam kehidupannya, inilah yang menjadi pertanyaan penelitian dari artikel ini. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatifdengan pendekatan eksposisi terhadap ayat-ayat dalam kitab Yosua 1:1- 9. Penelitian ini mengungkap prinsip-prinsip teologis dan praktis yang mendasari keberhasilan Yosua. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan Yosua tidak hanya bergantung pada kemampuan manusiawi, tetapi terutama pada ketaatan, keberanian, dan penyertaan Tuhan. Artikel ini juga menawarkan relevansi teks tersebut bagi kehidupan modern, khususnya dalam konteks kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Kepemimpinan yang berhasil merupakan kebutuhan mendasar dalam setiap zaman. Dalam konteks Alkitab, Yosua dipanggil menggantikan Musa untuk memimpin Israel memasuki Tanah Perjanjian. Artikel ini mengkaji keberhasilan Yosua melalui eksposisi Yosua 1:1–9.