Tarrinni Inastyarikusuma
Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF PEDIATRIK Tarrinni Inastyarikusuma
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i1.382

Abstract

Pendahuluan: Obsessive-compulsive disorder (OCD) merupakan gangguan neuropsikiatri yang menyulitkan, menyita waktu, atau mengganggu secara substantial. OCD pediatrik terjadi pada 1-2% anak-anak dan remaja. Hal tersebut ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi berulang yang menimbulkan bahaya dan mengganggu kehidupan sehari-hari. OCD pediatrik dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan psikiatri lainnya di masa dewasa. Pada OCD onset anak, anak laki-laki lebih sering terkena OCD dibanding anak perempuan (rasio laki-laki:perempuan, 2:1 hingga 3:1), sedangkan rasio jenis kelamin bergeser hingga masa setelah pubertas dengan perbandingan laki- laki:perempuan 1: 1,4. Pembahasan: Terdapat beberapa teori yang dinyatakan sebagai penyebab OCD, yaitu disfungsi ganglia basalis, kelainan neurotransmitter, dan disfungsi neuroimun. Penilaian gejala OCD dapat dilakukan menggunakan berbagai alat, tetapi alat yang lebih sering digunakan adalah SOCS dan untuk diagnosis tetap berpedoman pada ICD-10 dan DSM- 5. Kesimpulan: Menurut terapi berbasis bukti, pengobatan pada OCD pediatrik yang terbaik adalah dengan cognitive behavioral therapy (CBT) dan SRI/SSRI. Kata Kunci: cognitive behavioral therapy, obsessive-compulsive disorder, pediatrik, remaja