Tulisan ini berangkat dari masih sedikitnya penelitian yang dilakukan pada bagaimana ruang difungsikan dan digunakan dalam seni pertunjukan Indonesia. Mengambil pertunjukan teater Saidja karya kolaborasi Papermoon Puppet Theatre dan Het Volksoperahuis, penulis melakukan analisis pada peran tubuh aktor dalam membangun ruang sebagai lokasi peristiwa. Pertunjukan Saidja menampilkan ruang bernama Kampung Tebu di masa lalu dan masa kini, penulis menelusuri makna tempat dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya dalam pertunjukan Saidja. Meminjam klasifikasi tanda-tanda yang digunakan dalam pertunjukan teater oleh Tadeusz Kowzan, relasi tubuh dan ruang yang ditempatinya oleh Setha Low, serta klasifikasi jenis-jenis pertunjukan yang mengangkat ingatan-ingatan tentang masa lalu, penulis menemukan bahwa di atas panggung tubuh para aktor-lah yang berperan besar menciptakan tempat-tempat yang menjadi lokasi peristiwa. Analisis pada pergerakan tubuh aktor dan tempat yang mereka ciptakan di atas panggung memungkinkan untuk membaca pula makna pertunjukan pada konteks yang lebih luas, yaitu pada konteks pandangan hubungan orang Indonesia dan orang Belanda pada relasi mereka di masa lalu.