Jamal Syarif
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENANAMAN AKHLAKUL KARIMAH OLEH GURU KEPADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI MURUNG RAYA 1 BANJARMASIN Jamal Syarif
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 2 (2014): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.993 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v4i2.1848

Abstract

Upaya guru dalam penanaman akhlakul karimah kepada siswa melalui beberapa metode yaitu, keteladanan, nasehat, motivasi, hukuman, pembiasaan, pemberian hadiah, dan pengawasan. Guru melakukan pengawasan terhadap perilaku siswa baik ketika di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Dalam rangka penanaman akhlak pada siswa guru juga harus menjadi contoh teladan bagi siswa yaitu harus memiliki akhlakul karimah, sehingga siswa siswa selalu mencontoh apa yang dia lihat. Guru juga memberikan nasehat, motivasi, hukuman, pembiasaan, memberi hadiah pada siswa sebagai upaya penanaman akhlakul karimah kepada siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhinya meliputi: latar belakang guru yang di dominasi oleh lulusan S1, dan pengalaman mengajar guru terbilang sudah berpengala-man dalam mengajar, memiliki kepribadian yang baik, motivasi dari kepala sekolah sangat berperan dan dapat menjadi teladan bagi guru-guru yang lain, lingkungan keluarga dalam menanamkan akhlakul karimah sangat penting karena merupakan lembaga pendidikan pertama, dan lingkungan sosial masyarakat memberikan pengaruh besar pada anak didik. Kata Kunci: Penanaman, Akhlak, Karimah
The Similarities and Differences of Gender Bias in Indonesia and India. Jamal Syarif
Muadalah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i2.7448

Abstract

Indonesia and India have had a good relationship for a long time. Apart from the similarities mentioned in the previous paragraph, Indonesia and India also have other similarities. This project seeks to document gender bias in Indonesia and India.   A questionnaire comprising 43 questions was prepared to achieve the data.  There are two types of questions in the questionnaire, namely:  21 items with yes or no questions and 22 open questions. The result claimed that the stereotype is not a statement that justifies the opinion of everyone in Indonesia or in India. The statement is still valid in some parts of society. But the world is becoming more broadminded. The community's thinking about the rights and roles of each gender is being recognized. The people gradually are becoming aware of their respective roles and rights. The opportunity to gain higher education for all genders provides a great opportunity to minimize gender inequalities that are still felt by some particular people.