Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MORALITY AND IMMORALITY STAGES OF RALPH AND JACK IN WILLIAM GOLDING’S LORD OF THE FLIES RAMADHAN NUGRAHA
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v3i2.13201

Abstract

Abstrak Sifat berkecenderungan untuk berkembang pada manusia membawa kita kepada kelahiran dari peradaban. Dipengaruhi oleh tekanan dari perasaan tidak aman pada individu, peradaban menciptakan kerja sama yang kemudian di rumuskan menjadi hukum dan peraturan agar menciptakan keadaan masyarakat yang stabil. dalam perjalanan menuju keadaan masyarakat yang stabil, beberapa kecenderungan individual dalam melakukan sesuatu yang tidak menguntungkan terhadap maksud dari tujuan peraturan menciptakan penilaian moralitas. penilaian moralitas ini didasarkan kepada nilai nilai masyarakat, yang lebih jauh di terapkan kepada beberapa individual, untuk menunjukkan baik dan buruk belandasan atas peraturan yang telah disetujui di dalam masyarakat. Studi ini dilakukan untuk menganalisa perilaku manusia terhadap asuhan konsep moralitas dalam masyarakat yang bermoral pada awalnya. studi ini di proyeksikan terhadap novel William Golding 'The Lord of the Flies' menggunakan anak anak sebagai subjeknya. cerita tentang anak anak Inggris yang terdampar di sebuah pulau tak dikenal adalah proyeksi dari mekanisme dari kelahiran atas sebuah peradaban dan istilah moralitas. studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan anak anak merubah pihak dari menjadi beradab positif dengan Ralph menjadi beradab negatif dengan Jack menggunakan penggabungan tiga teori; Moralitas oleh Anscombe, Etika Kebaikan oleh Aristotle, dan Peradaban oleh Freud dan untuk menggambarkan Tahapan Moralitas dan Immoralitas oleh Kohlberg yang dialami oleh Jack sang Pemburu dan Ralph sang Ketua. Stud ini menggunakan metoda deskriptif kualitatif dan riset perpustakaan dalam pengambilan data. Hasil dari studi menunjukkan bahwa kebiadapan dari anak anak adalah efek dari tujuan peraturan yang tidak tercapai dan kemajuan dari dua pemimpin tersebut berefek besar terhadap perilaku masyarakat berdasarkan perkembangan moralitasnya. Kata Kunci: Moralitas, Peradaban, Kebiadaban Abstract The developing nature of human being takes us into the birth of civilization. Affected by the suppression of unsecure feeling of individuals, civilization creates cooperation that formulates into law and rules for the need of stable society. In the pursuit of stable society, a certain individual tendencies on doing something unfavorable towards the purpose of the rules creates them the morality judgment. This morality judgment based on the society values, that further applied on a certain individuals, to show them good and bad in the favor of the agreed rules of the society. This study conducted to analyze the human behavior towards the upbringing of morality concepts in once a civilized society. The study projected in William Golding’s The Lord of the Flies novel using the children as the subject. The story of deserted English boys in an unknown island is a projection of the mechanism of the birth of a civilization and morality terms. This study aims to describe the reason the children turn their side from being morally positive with Ralph to being morally negative with Jack using three theories mixed; Anscombe’s Morality, Aristotle’s Virtue Ethics, and Freud’s Civilizations and to depict Kohlberg’s Stages of Morality and Immorality undergone by Jack the Hunter and Ralph the Chief. This study uses a descriptive qualitative method and library research in data collection. Result of the study shows that the savagery of the children are the effect of the purpose of the rules that are not reached and the advancement of the two society leaders greatly affects the society behavior based on their morality development. Keywords: Morality, Civilization, Savagery
HUBUNGAN TINDAKAN DENGAN KARAKTER KARYAWAN NON NAKES DALAM MELAKSANAKAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI SALAH SATU FASILITAS KESEHATAN JAKARTA TIMUR Ramadhan Nugraha
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Untuk menekan laju pertumbuhan COVID-19, pemerintah melakukan upaya-upaya untuk dapat mengatasinya, antara lain dengan Protokol Kesehatan (ProKes). Meskipun sangat besar manfaatnya, masih kita jumpai masyarakat yang tidak mengindahkan anjuran pemerintah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan karyawan Non-Nakes dalam melaksanakan protokol kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 387 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui link Google Form. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil dan Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara variable tindakan dengan variable tingkat pndidikan, pengetahuan, pengawasan manajemen dan ketersediaan APD. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara variable Tindakan dengan usia, jenis kelamin, masa kerja, dan dukungan manajemen. Saran: Dilaksanakan penyuluhan kepada karyawan non nakes secara berkala, pimpinan harus menerapkan kedisiplinan bagi karyawan non nakes.