This Author published in this journals
All Journal Litera Kultura
HERISKA AYU PRANANING TYAS
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sexism in C.S. Lewis The Chronicles of Narnia HERISKA AYU PRANANING TYAS
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.954 KB) | DOI: 10.26740/lk.v7i1.29487

Abstract

Abstrak Penelitian ini difokuskan pada seksisme dalam novel The Chronicles of Narnia oleh C.S. Lewis. Penelitian ini menganalisis bagaimana seksisme tercermin pada para karakter wanita di dalam novel. C.S. Lewis mengambil tindakan berbeda untuk menggambarkan karakter wanitanya dalam novel, Dia percaya bahwa karakter wanita harus lebih inferior daripada karakter pria dalam berbagai hal. Data diambil dari novel The Chronicles of Narnia oleh C.S. Lewis dalam bentuk dialog, kutipan, frasa, dan deskripsi. Analisis ini menggunakan teori seksisme yang terkait dengan karakter wanita dalam novel. Seksisme digunakan untuk menganalisis karakter perempuan karena menjelaskan bahwa perempuan sering diperlakukan negatif dalam masyarakat berbeda dari laki-laki. Perempuan digambarkan sebagai gender yang kurang penting. Masyarakat selalu menganggap remeh wanita sebagai inferior dan memandang pria sebagai gender superior dalam berbagai hal. Masyarakat juga tidak lagi jarang memberikan perlakuan berbeda pada masing-masing gender. Dalam The Chronicles of Narnia, karakter wanita memainkan peran utama dalam cerita, mereka tidak diizinkan bertarung langsung dalam pertempuran. Tapi, mereka menjadi figur pendukung dalam pertempuran, seperti Lucy yang menjadi tabib yang menyembuhkan orang yang terluka dalam pertempuran dengan sihir ramah. Jelas juga bahwa seksisme yang tercerminkan pada karakter perempuan dalam seluruh seri novel tidak hanya ditunjukkan oleh penulis C.S. Lewis, tetapi juga tokoh protagonis pria dalam novel itu sendiri. Kata kunci: Seksisme, gender, perempuan, inferior