Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENYEBARAN AGAMA KATOLIK DI DESA WAALE-ALE KECAMATAN TONGKUNO SELATAN KABUPATEN MUNA: 1932-2017 Erni Adriani Adriani; Hamuni Hamuni
Journal Idea of History Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari - Juni 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.495 KB) | DOI: 10.33772/history.v2i1.672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebaran agama Katolik di Desa Waale-Ale Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna (1932-2017). Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode sejarah yang dikemukakan oleh Kuntowijoyo yang terdiri dari limatahapan, yaitu: (1) pemilihan topik, (2) pengumpulan sumber, (3) verifikasi sumber, (4) interprestasisumber, dan (5) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada tahun 1932 agamaKatolik mulai masuk di Desa Waale-Ale yang dibawa oleh para Missionaris Barat bernamaAntonius Brokker. Masuknya agama Katolik di Desa Waale-Ale diawali oleh kedatangan YohannesSples untuk melakukan penelitian dan menyurvei tingkat kehidupan masyarakat Desa Waale-Ale.Agama Katolik di Desa Waale-Ale masuk melalui jalur ekonomi, pendidikan, sosial, dan kesehatan. (2) Perkembangan Agama Katolik di Desa Waale-Ale pada 1932-2017 terbagi atastujuh periode, yaitu (a) Periode persiapan, (b) Periode kedatangan Pastor Antonius (c) Periodedatangnya penjajahan Jepang, (d) Periode titik fokus penyebaran ajaran Katolik (1945-1950) , (e)Periode awal perkembangan agama Katolik (1950-1965), (f). Periode 1965-1991 (g) Periode stabil(1991-2017). (3) Pola kehidupan sosial dan budaya masyarakat di Desa Waale-ale dapat dilihat daripelaksanaan tradisi sangia warumbei yang dilakukan oleh masyarakat Waale-Ale tiap empat hari sebelum tibanya bulan Ramadhan. Tradisi tersebut dilakukan oleh kedua penganut agama yang berbeda yang hidup di Desa Waale-ale dan masih dilakukan sampai sekarang.