Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KADERISASI PADA MASA RASULULLAH Imam Taufik Alkhotob
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 1 No. 01 (2018): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1334.583 KB) | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v1i01.4

Abstract

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui kaderisasi pada masa Rasulullah. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Kaderisasi adalah proses yang sangat penting dalam sebuah gerakan da’wah. Karena itulah Rasulullah Saw. sangat memperhatikan proses kaderisasi ini. Untuk mengkaji proses kaderisasi dalam da’wah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. itu lah kajian ini dilakukan. Ditemukan bahwa proses kaderisasi Rasulullah bersifat menyeluruh terhadap semua sahabat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh sahabat Rasulullah Saw berhasil dikader menjadi para penerus gerakan da’wah Rasulullah Saw. Yang lebih menakjubkan lagi, masing-masing para sahabat memiliki kemampuan sendiri-sendiri dalam berbagai bidang. Ada yang ahli politik, ahli ekonomi, ahli fiqih, ahli strategi perang dan lainnya
DA’WAH TAJDID DAN MODERNISME; SEBUAH KAJIAN PERBANDINGAN Imam Taufik Alkhotob Alkhotob
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 2 No. 01 (2019): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v2i01.43

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menggetahui perbandingan antaara da’wah tajdid dan da’wah modernisme. Metode Penelitian: Kuantitatif. Hasil Penelitian: Salah satu isu da’wah yang cukup dinamis dan menjadi diskusi hangat adalah tentang gerakan modernisme dalam dunia pemikiran Islam. Modernisme seringkali dipandang sebagai lawan dari tradisionalisme yang menganggap bahwa pemikiran lama tidak lagi dapat dipertahankan dan perlu diganti dengan yang baru. Hanya saja, persoalan yang muncul tidak sesederhana itu. Modernisme terbukti membawa paradigma baru dalam beragama yang justru hendak mendekonstruksi agama dan membongkarnya. Tidak hanya dalam agama Islam, tetapi juga terjadi pada agama lain. Disatu sisi modernisme juga seringkali disalah fahami semakna dengan istilah tajdīd. Padahal kedua istilah dan konsepnya memiliki perbedaan yang sangat dalam. Tajdid berorientasi positif dan berbasis pada syari’ah, sementara modernisme berbasis Barat dan berbahaya.
FIQIH MINORITAS MUSLIM DALAM BERINTERAKSI KEPADA NEGARANYA Imam Taufik Alkhotob Alkhotob
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 4 No. 01 (2021): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v4i01.97

Abstract

When the Muslim community lives in a country as a minority, they usually stay active with limited space and movement. This is because they come with different religions and cultures. As a minority, Islam regulates how they should interact with the country where they live. Through qualitative methodology and descriptive analysis writing, the author will explain the forms of interaction that must be carried out. The result is six things; Minority Muslims are obliged to preach Islam to the Community and the State, Maintain the implementation of the main religious syari'at for individuals in the life of the state, Maintain the rules of the shari'ah that have been agreed upon regarding its halalness and prohibitions, even though the State legalizes it, Obligation to be involved in the process building the State and resolving the problems of the State, the obligation to maintain relations between fellow citizens of the State and not to carry out rebellion against the State unless they have the ability and after seeing the magnitude of the Maslahat caused
ANALISIS FRAMING MEDIA ONLINE TRIBUNNEWS.COM DAN DETIK.COM TERHADAP KASUS PENISTAAN AGAMA YOUTUBER MUHAMMAD KECE Imam Taufik Alkhotob Alkhotob; Muhammad Ihsan Wardana
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v4i2.108

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana media online Tribunnews.com dan Detik.com dalam membingkai suatu berita terhadap kasus penistaan agama YouTuber Muhammad Kece. Pendekatan Penelitian menggunakan Metode Penelitian Kualitatif. Hasil Penelitian menyebutkan bahwa Pemberitaan seputar kasus penistaan agama YouTuber Muhammad Kece yang terjadi pada bulan Agustus 2021, dalam berbagai ideologi media onlineyang menjadikan peristiwa yang sama menghasilkan berita yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembingkaian yang dibuat oleh media online Tribunnews.com dan Detik.com dengan metode analisis framing. Peneliti memakai metode analisis dengan model Robert N. Entman, dengan empat tahapan dalam membingkai suatu berita, yaitu: Define Problems (pendefinisian masalah), Diagnoses Causes (memperkirakan masalah), Make Moral Judgement (membuat keputusan moral), dan Treatment Recommendation (menekankan penyelesaian). Dengan metode Entman dapat diketahui bahwa kedua media tersebut berfokus kepada aspek isu dari berita kasus penistaan agama Muhammad Kece yang semula ditetapkan diduga penistaan agama sampai kepada proses penangkapan sebagai tersangka. Kesimpulan: Tribunnews.com dengan ideologinya, yaitu media demokratis yang menampilkan narasumber pro maupun yang kontra terhadap kasus penistaan agama Muhammad Kece. Sedangkan Detik.com tidak meyebutkan satupun narasumber yang mendukung terhadap tersangka Muhammad Kece. Tribunnews.com dan Detik.com menentukan penyelesaian masalah dari kasus penistaan agama Muhammad Kece adalah sama-sama memberikan penyelesaian masalah kasus penistaan agama untuk menangkap YouTuber Muhammad Kece dan dijadikan sebagai tersangka penistaan agama.
THE CONCEPT OF AL HISBAH AND ITS IMPLEMENTATION IN INDONESIA IN THE PERSPECTIVE OF DA'WAH Imam Taufik Alkhotob
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 14 No 2 (2023): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v14i2.3085

Abstract

Da'wah activities through efforts to prevent evil ( nahi munkar ) among humans are known as al-Hisbah . The practice of munkar occurs everywhere and is carried out openly. This requires maximum prevention efforts from various parties. Both from the side of the state and also from society. However, the facts on the ground show that the implementation of the al munkar causes many problems (madharat). This study used a qualitative research method with a library research approach, also called a qualitative literature review. The author conducts an in-depth (philosophical) study to find principles in the application of hisbah that originate from the books of the Salaf and Khalaf scholars. The conclusion from the results of this study states three things: First, the concept of hisbah in Islam is comprehensive. This concept does not only speak of monitoring one area but all things, which includes the goodness left behind and the evil that is seen, with its four pillars: al muhtasib, al muhtasab 'alaihi, al muhtasab fihi, and al ihtisab. Second, the authors have formulated 14 important rules that become guidelines in the practice of hisbah across the state. Third, the author has also formulated 17 important principles in the practice of hisbah in society.
THE CONCEPT OF AL HISBAH AND ITS IMPLEMENTATION IN INDONESIA IN THE PERSPECTIVE OF DA'WAH Imam Taufik Alkhotob
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 14 No 2 (2023): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v14i2.3085

Abstract

Da'wah activities through efforts to prevent evil ( nahi munkar ) among humans are known as al-Hisbah . The practice of munkar occurs everywhere and is carried out openly. This requires maximum prevention efforts from various parties. Both from the side of the state and also from society. However, the facts on the ground show that the implementation of the al munkar causes many problems (madharat). This study used a qualitative research method with a library research approach, also called a qualitative literature review. The author conducts an in-depth (philosophical) study to find principles in the application of hisbah that originate from the books of the Salaf and Khalaf scholars. The conclusion from the results of this study states three things: First, the concept of hisbah in Islam is comprehensive. This concept does not only speak of monitoring one area but all things, which includes the goodness left behind and the evil that is seen, with its four pillars: al muhtasib, al muhtasab 'alaihi, al muhtasab fihi, and al ihtisab. Second, the authors have formulated 14 important rules that become guidelines in the practice of hisbah across the state. Third, the author has also formulated 17 important principles in the practice of hisbah in society.
PERS DAN JURNALISTIK DA’WAH DALAM MEMBANGUN OPINI PUBLIK Imam Taufik Alkhotob Alkhotob
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v3i01.60

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini ingin mengungkap pers dan jurnalistik dakwah dalam membangun opini public. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Pers dan dunia jurnalisme adalah alat pembentukan opini publik. Karena bersifat alat, maka dia dapat digunakan oleh siapa dan untuk kepentingan apa saja. Oleh karena itu, Pers dan kegiatan jurnalistik tidak bisa dipisahkan dari idiologi pemilik pers dan ideologi penulisnya. Keduanya dapat menentukan kemana arah opini akan dibangun. Dalam kontek ini, da’wah tidak boleh terpaku hanya menjadikan verbal sebagai alat menyapa ummat. Da’wah harus memiliki kesiapan dalam menggunakan pena sebagai penyampai pesan da’wah. Karena pada dasarnya, kerja da’wah adalah upaya membangun opini publik yang berbasis pada ajaran Islam yang mulia. Dengan pembentukan opini public yang benar tentang da’wah maka ajaran Islam akan lebih dapat diterima oleh public dengan cara pandang yang benar pula.
PERAN HISBAH DALAM PENGUATAN KELUARGA MUSLIM Imam Taufik Alkhotob
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v8i2.372

Abstract

The family institution is the cradle of moral virtue, the strength of faith, and sound understanding, serving as the foundation for improving the condition of a nation. In reality, many challenges confront the family that may lead to the deterioration or collapse of this vital institution. One of the essential pillars that enables a Muslim family to remain resilient in the face of both internal and external corruption is the implementation of the hisbah concept. Hisbah, as a religious duty to prevent wrongdoing (nahi munkar), is urgently needed to be revived as a living culture within the family. The purpose of this study is to explore how hisbah plays a role in strengthening Muslim families and preserving Islamic values within them. This paper employs a qualitative descriptive-analytical method based on library research, examining authoritative textual sources from Islamic scholars regarding hisbah and the family. The findings indicate at least five significant roles of hisbah that can be elaborated to reinforce the argument on the importance of implementing this concept within the family sphere.   Keywords: Family, Hisbah, Nahi Munkar