Abdul Kadir
STID Mohammad Natsir

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DA’WAH ILALLAH MOHAMMAD NATSIR INTERPRETASI UNTUK LANGKAH DA’WAH MASA KINI: DA'WAH ILALLAH MOHAMMAD NATSIR INTERPRETATION FOR THE CURRENT DA'WAH STEP Abdul Kadir
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v4i2.116

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan penjelasan tentang da’wah illallah Mohammad Natsir. Juga, mengetahui bagaimana penjelasan para murid dan orang-orang dekatnya. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Da’wah Ilallah menurut Mohamad Natsir, sejatinya adalah semua bidang. Apakah bidang sosial, pendidikan dan ekonomi dan lainnya, terlebih bidang da’wah. Itu semua, menurut Pak Natsir melingkupi apa yang kita sebut dengan “da’wah Ilallah”. Bahwa hakekat da’wah illallah itu sendiri harus diniatkan hanya karena Allah ta’ala semata. Dan ini sesuatu yang sarat makna dan dalam jika kita renungkan. Karena masalah ikhlas yang tahu hanya diri kita dengan Allah saja. Dan niat adalah hubungannya dengan hati manusia. Urusan hati, tidak ada yang tahu. Yang tahu hanya dirinya dengan Allah saja. Karenanya itu, menyampaikan da’wah (tabligh), membina, mengajar, merubah, mengarahkan, menegur kesalahan, dan apa pun bentuknya harus dilandasi dengan niat lillah. Ilallah, hanya karena Allah semata. Inilah hakekat da’wah ilallah itu sendiri
KONSEP ADAB MENUNTUT ILMU DAN MENGAJARKANNYA Abdul Kadir
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 3 No. 02 (2020): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v3i02.86

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang konsep ilmu dan adab menuntut ilmu. juga mengetahui apa saja adab-adab terhadap guru atau pengajar yang harus diketahui oleh para penuntut ilmu. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Ilmu merupakan tonggak segala sesuatu. Ia merupakan pangkal dari setiap amal seorang muslim. Karena sebab ilmu lah seorang muslim menjadi mulia dihadapan Allah dan manusia pada umumnya. Dalam menuntut ilmu ada adab-adab yang perlu diperhatikan oleh setiap penuntut ilmu. Adab ini menentukan keberhasilan seorang murid dalam menuntut ilmu. salah satunya adalah menghormati dan memulyakan gurunya. Juga, ada tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan oleh para penuntut ilmu. Tahapan-tahapan belajar itu tidak lain adalah modul-modul dalam pembelajaran yang mesti diperhatikan dalam konsep menuntut ilmu. Dan dengan tahapan-tahan ini menjadikan seorang penuntut ilmu dapat berhasil memperoleh ilmu yang diharapkannya.
DA'WAH BIL IHSAN; CONCEPT, METHODS, AND APPLICATION Abdul Kadir
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v5i2.138

Abstract

Research Objectives: This study aims to reveal the bil ihsan da'wah model. A da'wah model based on knowledge, patience and love. Research Methods: Qualitative. Research Results: First: Da'wah bil ihsan prioritizes knowledge, love and gentleness. So that originally hate turned into love. The word ihsan itself is mentioned in the Qur'an in several places. Both are done by way of ihsan, in the best way. Because this is important for preachers to do. The success of preaching or appeals depends on the extent to which the preachers understand the intricacies related to their da'wah. Scholars mention that there are several main elements in carrying out da'wah, including; Da'wah interpreters, da'wah objects, da'wah materials and uslub da'wah or methods or methods of da'wah. The basic elements of da'wah mentioned are very important in supporting the success of da'wah. be delivered. Sometimes da'wah is not successful, one of the reasons is the lack of the preacher paying attention to the elements and main points of the da'wah above. Third: understand and pay attention to the four provisions of the da'wah interpreter that must be considered. Fourth: Paying attention to the object of da'wah. Or who is he dealing with, knowledgeable people or people who are not knowledgeable. Fifth: You should use the correct da'wah method. Sixth: paying attention to the five sources of da'wah. Seventh: Pay attention to the principles of da'wah. Eighth: Done gently and wisely, that is da'wah bil ihsan.
PESANTREN; PRESPEKTIF SEJARAH, KONSTRIBUSI DAN MODEL PENDIDIKAN Abdul Kadir
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v3i01.62

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejarah dan konstribusi pesantren serta model-model pendidikan yang ada di pesantrean tradisonal dan modern di indonesia. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Banyak peneliti baik dari Indonesia maupun asing yang menulis tentang pesantren, apakah dari segi sejarah, asal-usul, peran dan kontribusi pesantrean di Indonesia. Terlihat dominasi peneliti asing lebih dominan. Mereka membahas dari prespektif sejarah, peran dan model pendidikan. Terkadang pesantren tradional misalnya, terlihat unik dan menarik, memiliki ciri khusus dan ada tradisi tersendiri yang berbeda dengan model pendidikan umum. Sistem pengajaran yang dilakukan di pesantren seringkali tidak menggunakan kurikulum, atau target tertentu dan kurikulum semuanya diserahkan pada masing-masing kiai. Dan umumnya materi yang disampaikan itu lebih banyak bermuatan bahasa Arab ‘kitab kuning’. Dan seringkali keberadaan masjid dalam sebuah komplek pesantren lebih dahulu ada dibandingkan dengan keberadaan pesantren itu sendiri. Oleh karenanya, masjid merupakan instrumen awal sebuah pesantren. Karena di situ lah biasanya para kiai mendidik para santrinya. Dan pesantren secara umum terbagi dalam dua model. Model tradisional dan modern.
MODEL OF DA'WAH AND MOSQUE-BASED EDUCATION CASE STUDY OF REVIEWING CHILDREN WALADUN SHOLIH MASJID AL-FURQAN OF DEWAN DA'WAH Abdul Kadir
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v5i1.126

Abstract

Research purposes:This study aims to uncoverthe model of education and coaching carried out by the Waladun Sholih Children's Study at the al-Furqan mosque of the Indonesian Islamic Da'wah Council. Research Methods: Qualitative. Research result:Two models of education conducted by PA. Waladun Sholih. The first model isthe children registered by their parents are then intensively trained and directed to the correct understanding and practice of Islam, in accordance with the Qur'an and as-Sunnah. At this stage, the trust of parents/guardians in what we do is the most important capital. So, of course, a well-organized work system is needed, starting from the provision of educators, compiling the curriculum and schedule to procuring the facilities. The second model is by activating the participation of parents of students to take quarterly monthly general recitations at the Al-Furqan Mosque as well as to follow reports on their children's educational progress. There are four targets that Pengjian Waladun Sholih wants to carry out in improving the quality of education and achieving educational targets. The four things include; First; Adjustment of Materials and Methods of Delivery to the level of student acceptance, which includes aspects of Reason, Appreciation and Skills. Second; Curriculum Improvement and Addition of Subject Matter. Third; Distribution of Report Values ​​according to the observed Educational aspects. It is deemed very necessary for educators, students and parents/guardians. Fourth: Improving the structure of education levels and the period of each level.