Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Pengaruh Variasi Kadar Air Terhadap Immediate Settlement Fondasi Dangkal dengan Model Fondasi Telapak Persegi (Studi Kasus Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang) Ramon Yanuar Wibisono; Kevin Anggoro Putro; Budi Setiadi; Yohanes Yuli Mulyanto
G-SMART Vol 6, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v6i1.3364

Abstract

Desa Kalikayen merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Desa kalikayen memiliki penduduk dengan jumlah 1306 kepala keluarga. Desa kalikayen terdapat kurang lebih 300 rumah tinggal sederhana, atau sekitar 23 persen rumah yang mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh karakteristik tanah di desa tersebut. Kegagalan dan kerusakan pada suatu konstruksi dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Sumber kegagalan dalam konstruksi seringkali dipengaruhi oleh faktor alam dan perilaku manusia. Tujuan dilakukannya penilitian ini adalah menguji karakteristik tanah yang terdapat di Desa Kalikayen, dan mengukur penurunan fondasi dangkal pelat setempat akibat memiliki kadar air tanah berbeda. Pengujian yang dilakukan berupa uji analisis saringan dan hidrometer, uji indeks properties, uji atterberg limit, uji analisis sandcone, uji proctor standard, uji direct shear, dan uji dynamic cone penetrometer. Pengujian analisis prosentase butiran tanah dengan uji saringan dan hidrometer pada tanah di Desa Kalikayen digolongkan tanah yang bergradasi buruk dengan didominasi dengan jenis tanah berlanau (silt). Pengujian Atterberg Limit, berdasarkan USCS, hasil pengujian klasifikasi dan karakteristik tanah di Desa Kalikayen digolongkan dalam klasifikasi MH yaitu lanau tak organik dengan potensi plastisitas pengembangannya yang rendah. Pengujian kuat geser tanah di Desa Kalikayen memiliki tekstur lembut dan karakteristiknya dapat dibentuk oleh tekanan jari yang ringan dan tergolong dalam tanah lempung padat. Pengujian DCP mendapatkan hasil jenis tanah dengan tingkat kepadatan yang buruk (poor). Penurunan terjadi tiap penambahan kadar air, dalam penurunan tanahnya tidak terjadi pengembangan tanah dan penurunan yang terjadi dalam skala model termasuk penurunan yang sangat besarKata Kunci: Tanah Ekspansif, Karakteristik Tanah, Daya Dukung Tanah, Kadar Air, Desa Kalikayen
Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi Dan Cairan X Terhadap Kuat Tekan Mortar Edoardus Satria Wicaksana Putra; Ade Eka Prayoga; David Widianto; Budi Setiadi
G-SMART Vol 6, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v6i1.3192

Abstract

Mortar merupakan hasil campuran dari semen, agregat halus, dan air. Menurut SNI 03-6825-2002 menyatakan bahwa, mortar didefinisikan sebagai campuran material yang terdiri dari agregat halus (pasir), bahan perekat (tanah liat, kapur, semen portland composite) dan air dengan komposisi tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bahan tambah abu sekam padi dan cairan x terhadap peningkatan kuat tekan mortar dan waktu pekerjaan pembuatan mortar. Serta untuk mengetahui perbandingan optimal penambahan abu sekam padi dan terdapatnya kandungan lumpur sebesar 10% terhadap nilai kuat tekan mortar dan waktu pekerjaan pembuatan mortar.Pada penelitian ini dilakukan beberapa pengujian material yang bertujuan untuk mendapatkan hasil kualitas material yang sesuai dengan standar aturan SNI yang berlaku. Pada pelaksanaan pembuatan benda uji mortar ini menggunakan pedoman SNI 03-6825-2002. Bahan tambah yang digunakan dalam pembuatan benda uji yaitu abu sekam padi dan cairan x yang termasuk bahan tambah tipe E yang memiliki fungsi ganda sebagai water reducing serta accelerating admixture. Dalam penelitian ini total jumlah benda uji sebanyak 96 benda uji.Hasil kuat tekan rata-rata benda uji menunjukkan bahwa nilai kuat tekan rata-rata maksimum di hasilkan oleh mortar dengan komposisi penambahan cairan x sebesar 0,5 % yaitu sebesar 22 MPa, untuk kuat tekan mortar minum didapat dengan komposisi penambahan abu sekam padi sebesar 15% dan lumpur sebesar 10% yaitu sebesar 6 MPa dan kuat tekan normal yaitu sebesar 12 MPa. Pada pengujian kuat tekan lanjutan untuk mortar umur 2 bulan mengalami sedikit penurunan nilai kuat tekan yaitu sebesar 12,6 MPa untuk kuat tekan maksimum dan 6,8 MPa untuk kuat tekan minimum pengujian kuat tekan lanjutan saat mortar berumur 2 bulan bertujuan untuk mengetahui mutu mortar setelah umur 28 hari dengan penambahan cairan x akan mengalami penurunan atau tidak tidak karena cairan x termasuk bahan tambah (admixture) tipe E yang kemungkinan akan mengalami penurunan nilai kuat tekan setelah mortar berumur lebih dari 28 hari. Hasil ini menunjukkan bahwa bahan tambah (admixture) yang dipakai pada penelitian ini dapat mempengaruhi nilai kuat tekan mortar. Kata kunci: Mortar normal, mortar dengan bahan tambah (admixture) abu sekam padi dan cairan x, kuat tekan, mortar