Dewi Ramadani
Universitas Nurul Jadid

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MEDIA BERMAIN PLAYDOUGH TERHADAP PENINGKATAN GERAK MOTORIK HALUS PADA JARI-JEMARI TANGAN ANAK USIA 5 TAHUN DI TK AR-RUHAMA’ DAN TK PKK MANDIRI DESA PATOKAN KECAMATAN BANTARAN KABUPATEN PROBOLINGGO Dewi Ramadani
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2790

Abstract

Salah satu aspek perkembangan yang sangat penting untuk dikembangkan pada Taman Kanak-kanak adalah kemampuan gerak motorik halus. Gerak motorik halus merupakan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot kecil (fine muscle) yang berkaitan dengan kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangan. Untuk Menganalisis Pengaruh Media Bermain Playdough Terhadap Peningkatan Gerak Motorik Halus Pada Jari-Jemari Tangan Anak Usia 5 Tahun Di TK Ar-Ruhama’ dan TK PKK Mandiri Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperimental dengan Pre Test And Post Test Control Group Desain. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 responden yang terdiri dari 32 kelompok kontrol dan 32 kelompok intervensi dengan teknik Purposive sampling. Penelitian ini dilakukan selama 4 hari berturut-turut dalam waktu 25 menit dan pengukuran tingkat pencapaian motorik halus menggunakan lembar observasi. Pada kelompok Intervensi sebelum diberikan media bermain playdough terlebih dahulu diberikan pretest, kemudian diberikan posttest, tetapi pada kelompok kontrol tidak diberikan intevensi media bermain playdough. Penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil uji statistic pada kelompok intervensi diperoleh nilai p value 0.002 (<0.05) Ha diterima, artinya terdapat pengaruh media bermain playdough terhadap peningkatan gerak motorik halus pada jari-jemari tangan anak usia pra-sekolah (5 tahun). Terdapat Pengaruh Media Bermain Playdough Terhadap Peningkatan Gerak Motorik Halus Pada Anak Usia 5 Tahun Di TK Ar-Ruhama’ dan TK PKK Mandiri Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo.
PENATALAKSANAAN TERAPI INHALASI PADA ANAK YANG MENGALAMI BRONKOPNEUMONIA DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG PICU RSUD SIDOARJO Dewi Ramadani
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3246

Abstract

Bronkopneumonia disebut sebagai kematian paling utama pada anak balita, kasus bronkopneumonia membunuh anak di bawah usia 5 tahun sebanyak 808.694, dan yang menderita bronkopneumonia di Indonesia mencapai 52,9%. Bronkopneumonia dapat terjadi sebagai akibat dari inhalasi mikroba yang ada di udara, aspirasi organisme dari nasofaring atau penyebaran hematogen dari fokus infeksi yang jauh. Bakteri yang masuk ke paru melalui saluran nafas masuk ke bronkioli dan alveoli, sehingga menimbulkan reaksi peradangan yang hebat dan menghasilkan cairan edema yang kaya protein dalam alveoli dan jaringan interstitial. Anak usia <5 tahun tidak dapat mengatur bersihan jalan nafas secara mandiri sehingga anak yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan nafas ini beresiko tinggi untuk mengalami sesak nafas. Untuk melaksanakan penatalaksanaan terapi inhalasi pada anak yang mengalami bronkopneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di Ruang Picu Rsud Sidoarjo. Hasil studi kasus yang dilakukan pada kedua partisipan dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif baik pada partisipan 1 maupun partisipan 2 setelah dilakukan terapi inhalasi nebulizer selama 3 hari berturut-turut masalah bersihan jalan napas dapat teratasi. Berdasarkan hasil evaluasi kasus yang didapatkan bahwa penatalaksanaan terapi inhalasi efektif diberikan pada pasien yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif khususnya pada pasien anak.