Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan variabilitas dan konvergensi harga pangan strategis sebelum dan selama pandemi COVID-19 di Pulau Jawa. Pulau Jawa merupakan pulau terpadat di Indonesia. Makanan tentu saja untuk penduduk di pulau ini. Data yang digunakan adalah data harga sembako mingguan di provinsi-provinsi di pulau Jawa sebelum pandemi covid-19 dan selama pandemi covid-19. Sebelum pandemi COVID-19, digunakan selama Januari 2019-Februari 2020. Pada Maret 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan kasus pertama Covid-19. Variabilitas dan konvergensi dianalisis menggunakan koefisien variasi dan data panel dinamis. Fluktuasi harga beras dan daging ayam di tingkat konsumen meningkat selama pandemi COVID-19. Variabilitas tertinggi antar provinsi di Jawa adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih untuk komoditas di pasar tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat perbedaan harga antar provinsi untuk keempat komoditas tersebut sangat bervariasi baik sebelum maupun pada saat pandemi. Konvergensi harga sebelum dan selama pandemi COVID-19 cenderung meningkat. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menstabilkan harga pangan di Pulau Jawa adalah keterbukaan informasi harga pasar, sistem pemasaran dan ketersediaan pangan yang sangat penting.