Di masa pandemi, banyak orang yang mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan dari orang-orang di sekitarnya. Ada beberapa fenomena di mana individu dewasa madya memberikan banyak bantuan kepada orang yang membutuhkannya. Individu dewasa madya berkisar antara usia 40-60 tahun. Bantuan yang diberikan oleh individu dewasa madya ini bertujuan untuk meringankan kesulitan yang dihadapi oleh individu lain. Dalam hal ini individu yang memberikan bantuan dapat dimotivasi oleh faktor empati. Empati sendiri adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan mengetahui apa yang orang lain rasakan secara emosional. Empati dapat menjadi faktor pendorong atau terciptanya motivasi seseorang dalam membantu individu lain yang dirasa membutuhkan bantuan. Sementara itu, altruistik sendiri merupakan suatu perilaku atau tindakan individu dimana individu tersebut tidak memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri dalam memberikan bantuan kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh empati terhadap pengambilan keputusan altruistik pada individu dewasa madya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental. Penelitian ini menggunakan 222 partisipan, mulai dari usia 40-60 tahun. Penelitian ini menggunakan kuesioner TEQ (The Toronto Empathy Questionnaire) untuk empati dan SRAS (Self Report Altruism Scale) untuk altruistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara empati terhadap altruistik ( R² = 0,897, p = 0.000 < 0,05).