Muhammad Abdi Dzul Ikram
Universitas Islam Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PROMOSI PENGELOLAAN PARIWISATA INSTAGRAMMABLE DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DI KABUPATEN BANTAENG (Studi Komunikasi Pemasaran Pariwisata Pemandian Alam Batu Doli Kabupaten Bantaeng) Sabaruddin Sabaruddin; Muhammad Abdi Dzul Ikram
Journal of Communication Sciences (JCoS) Vol 4, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Program of Communication Sciences, Faculty of Social and Political Sciences, UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jcos.v4i2.724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi yang dilakukan oleh pengelola kawasan wisata instagrammable permandian alam Batu Doli  Kabupaten Bantaeng  dalam meningkatkan kunjungan wisatawan milenial dan mengetahui faktor- faktor yang mendukung dan menghambat  pelaksanaan strategi promosi pengelola kawasan wisata dalam meningkatkan kunjungan wisatawan milenial. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan berlangsung selama dua bulan dan menggunakan metode observasi,  wawancara dan  dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang digunakan oleh pengelola  adalah: strategi word of mouthatau cerita dari mulut ke mulut, strategi iklan media cetak melalui koran, brosur, leaflet dan spanduk, dan  strategi penggunaan media social yaitu instagram, blog  dan facebook.  Selain itu, juga menerapkan  strategi promosi lainnya seperti pemanfaatan karyawan selaku komunikator promosi serta penggunaan  akun media sosial pengelola dan karyawan dalam mempromosikan wisata instagrammable. Faktor-faktor yang mendukung  strategi promosi diantaranya keindahan panorama sekitar permandian alam yang indah, sejuk dan masih asri, fasilitas yang cukup lengkap, lokasi spot instagrammable yang cukup banyak dan akses menuju lokasi wisata yang mudah dan lancar. Faktor penghambatnya adalah    pemanfaatan media sosial instagram dan facebook milik pengelola yang belum maksimal mempromosikan kawasan wisata Batu Doli dan pandemi copid-19 yang masih  berlangsung sampai saat ini.