Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HIDROLISIS TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas L.) SECARA ENZIMATIS MENJADI SIRUP GLUKOSA FUNGSIONAL: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JULI 2015] Rahmawati, Alifia Yuanika; Sutrisno, Aji
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.367 KB)

Abstract

Sirup glukosa merupakan gula cair hasil hasil hidrolisa pati secara enzimatis atau asam. Hidrolisis secara enzimatis dapat dilakukan dengan menggunakan enzim α amilase, glukoamilase dan pullulanase. Sirup glukosa umumnya digunakan sebagai salah satu bahan baku tambahan untuk industri minuman dan makanan, seperti es krim, marshmallow, dan sugar confectionary. Sirup glukosa mempunyai keunggulan tidak dapat mengalami kristalisasi saat pemanasan pada suhu tinggi. Sirup glukosa dari berbagai sumber pati telah banyak diteliti dan dikembangkan, namun belum ditemukan sirup glukosa yang mempunyai nilai fungsional seperti adanya aktivitas antioksidan dan sekaligus menjadi pewarna alami. Tepung ubi jalar ungu yang memiliki kandungan antosianin sekitar 108.98 ppm berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan sirup glukosa fungsional. Nilai fungsional yang berpotensi dihasilkan dari sirup glukosa ubi jalar ungu diantaranya adalah aktivitas antioksidan, pewarna alami, dan flavor ubi jalar alami.   Kata Kunci: Enzimatis, Sirup Glukosa Fungsional, Ubi Jalar Ungu
Potentials of Edible Canna (Canna edulis Kerr) Starch for Bioplastic: A Review Gabriel, Azmi Alvian; Solikhah, Anggita Fitri; Rahmawati, Alifia Yuanika; Taradipa, Yunita Sasmi; Maulida, Erni Tsania
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2021.010.02.9

Abstract

AbstractStarch-based bioplastic was more economical and competitive compared to bacteria-based bioplastics (polylactic acid, polybutylene succinate, and polyhydroxyalkanoates) due to the starch variances and the availability in Indonesia, along with the simple techniques that can be applied. This review aimed to describe the potential and opportunities of edible canna starch as an alternative raw material of bioplastics production. Edible canna tuber productivity in Java, Indonesia, with a harvest age of about eight months reaches 30-49.4 tons/ha. It will produce a mature segment 70.2% of the total harvest weight. Edible canna tuber was a carbohydrate source that contains 88.10% starch with an advantage of 68% higher fiber and mineral content than other tubers. Furthermore, canna tuber starch contains amylose proportions of 35.0%. The high amylose content in canna starch is one of the properties that can position its function for developing packaging materials. The gelatinization process of canna starch requires a short time and low energy because of its large granule size (56 μm). A literature review of canna starch as an alternative of bioplastic raw materials needs to be carried out to obtain accurate data and information regarding treatment, use of additional materials, and characteristics of bioplastic products resulting from experimental studies so that they can be further implemented.Keywords: bioplastics, edible canna, starch AbstrakPenggunaan pati sebagai salah satu bahan utama produksi bioplastik bernilai lebih ekonomis dan kompetitif dibandingkan dengan bioplastik berbasis bakteri (polylactic acid, polybutylene succinate, dan polyhydroxyalkanoates) karena variasi dan jumlahnya yang melimpah di Indonesia dan teknologi sederhana yang dapat diaplikasikan. Tujuan kajian literatur ini adalah untuk menggambarkan potensi dan peluang pati ganyong sebagai alternatif bahan baku pembuatan bioplastik. Produktivitas umbi ganyong di Pulau Jawa dengan umur panen sekitar 8 bulan mencapai 30-49,4 ton/ha. Ganyong merupakan sumber karbohidrat yang mengandung 88,10% pati dengan keunggulan berupa 68% kandungan serat dan mineral pada pati yang lebih tinggi dibanding umbi-umbian lain. Pati umbi ganyong juga mengandung amilosa sebanyak 35,0%. Kandungan amilosa yang tinggi pada pati ganyong merupakan salah satu sifat yang berfungsi dalam pengembangan bahan pengemas. Proses gelatinisasi pati ganyong membutuhkan waktu yang sebentar dan energi yang rendah karena ukuran granulnya yang besar (56 m). Kajian pustaka pati ganyong sebagai alternatif bahan baku bioplastik perlu dilakukan untuk mendapatkan keakuratan data dan informasi mengenai perlakuan, penggunaan bahan tambahan, dan karakteristik produk bioplastik yang dihasilkan dari kajian eksperimen agar dapat diimplementasikan lebih lanjut.Kata kunci: bioplastik, ganyong, pati