Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK PASIEN KANKER ANAK BERDASARKAN USIA, JENIS KELAMIN, DAN JENIS-JENIS KANKER DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2021 Resti Arania; Ringgo Alfarisi; Prambudi Rukmono; Muhammad Fikri Mustaghfirin
Jurnal Medika Malahayati Vol 6, No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v6i2.7053

Abstract

Kanker adalah sejumlah besar penyakit yang menyerang tubuh pada bagian mana saja. Kanker anak sendiri adalah kanker yang menyerang seseorang yang berumur dibawah usia 18 tahun bahkan ada beberapa kasus kanker menyerang pada janin yang masih terdapat didalam kandungan orangtua nya. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik pada pasien kanker anak tahun 2021 di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, dengan rancangan penelitian cross-sectional, dan dengan pengumpulan data sekunder usia, jenis kelamin, dan jenis-jenis kanker. Klasifikasi usia disesuaikan menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2009. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutif sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat data rekam medik serta dianalisis menggunakan SPSS 26. Hasil: Didapatkan hasil dari 99 pasien dimana mayoritas pasien kanker anak adalah laki-laki sedangkan usia mayoritas pasien adalah usia dengan range 0-5 tahun dengan jenis kanker tersering yaitu leukemia. Kesimpulan: Hasil akhir pada kasus kanker anak menunjukan mayoritas penderita adalah laki-laki, dengan rentang usia terbanyak yaitu 0-5 tahun, dan di ikuti jenis kanker tersering di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung adalah leukemia.
Studi literatur tentang Infeksi Sistem Saraf Pusat pada Populasi Anak (Meningitis, Ensefalitis dan Meningoensefalitis) Natasha, Messya; Roro Rukmi Windi Perdani; Muhammad Maulana; Prambudi Rukmono
Journal of Golden Generation Health Vol. 2 No. 1 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggh.v2i1.348

Abstract

Infeksi Sistem Saraf Pusat (SSP) pada anak, seperti meningitis, ensefalitis, dan meningoensefalitis, masih menjadi ancaman serius di dunia dan di Indonesia dengan catatan ribuan kasu di tiap tahun serta risiko kematian dan kecacatan otak yang tinggi. Studi literatur ini menjelaskan data epidemiologi dari WHO dan rumah sakit di Indonesia, etiologi yang berasal dari virus herpes hingga bakteri Streptococcus pneumoniae, faktor risiko seperti usia bayi atau keadaan imun yang lemah, serta patofisiologi yang memicu pembengkakan otak dan tekanan tinggi di kepala. Gejala khas dari infeksi sistem saraf pusat yaitu demam, leher kaku, kejang, dan perubahan sadar dengan penegakkan diagnosis menggunakan analisis cairan otak (CSF) untuk membedakan penyebab dari penyakit tersebut seperti bakteri (peningkatan neutrofil  dan kadar glukosa rendah) dan  viral (yang didominasi limfosit). Pengkbatan empiris dapat diberikan ceftriaxone-vancomycin atau acyclovir agar hasil kondisi pasien anak lebih baik dan mengurangi komplikasi permanen.