Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Problem Based Learning Berbantu Media Puzzle Terhadap Minat Belajar Siswa SD Refaldo Deka Octava Putra; Rusmawan; Maria Magdalena Suyatini
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.741 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Problem Based Learning berbantu media puzzle terhadap minat belajar siswa SD. Subek penelitian ini siswa kelas 3 SDN Kentungan pada semester II tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 23 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama dua siklus. Setiap siklus pada penelitian ini dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dimana peneliti sebagai pelaksana tindakan bekerja sama dengan guru untuk mendapatkan sumber informasi. Pengumpulan data yang digunakan dalam mengidentifikasi masalah menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model Problem Based Learning berbantu media puzzle yang diterapkan menunjukkan perbedaan pada minat belajar siswa sebelum dilaksanakannya tindakan yaitu 47% setelah dilakukannya tindakan siklus I menjadi 61%, dan pada siklus II meningkat menjadi 78% dengan kategori baik. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning dengan menggunakan bantuan media puzzle memiliki pengaruh dalam meningkatkan minat siswa SD dalam belajar.
ANALISIS PENDIDIKAN INKLUSI SEBAGAI TEMPAT PEMBELAJARAN TERHADAP ANAK PENYANDANG ADHD DI SEKOLAH INKLUSI YOGYAKARTA Regina Anggraini Megaputri; Rusmawan
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v1i1.2209

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui peran sekolah inklusi sebagai tempat pengajaran terhadap anak yang menyandang ADHD. Penelitian memakai metode wawancara dan observasi langsung di sekolah inklusi Yogyakarta. Setelah data dikumpulkan, langkah yang dilakukan selanjutnya adalah menganalisis supaya dapat kesimpulan. Hasilnya adalah ADHD merupakan gambaran anak yang memiliki gangguan perilaku terlalu aktif (hiperaktif), perilaku impulsif, dan kesusahan dalam memperhatikan/ konsentrasi. Seringkali anak yang memiliki gangguan ini kesulitan dalam bergaul. ADHD dapat terlihat sejak usia 3 tahun. Fasilitas pendidikan yang dapat menunjang, memenuhi, menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap sangat dibutuhkan oleh anak penyandang ADHD, seperti di sekolah inklusi. Anak ADHD di sekolah inklusi dapat meningkatkan keterampilan, meningkatkan konsentrasi, meningkatkan komunikasi, dan pengendalian diri. Jadi, pendidikan inklusi sangat dibutuhkan untuk perkembangan anak ADHD.
INTERAKSI SOSIAL SISWA AUTIS DI SEKOLAH INKLUSI Wishti Christyastari; Rusmawan
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi sosial anak autis di sekolah inklusi Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian ini adalah interaksi sosial anak autis di sekolah yang mencakup pola komunikasi (verbal dan non-verbal), pola bermain, perasaan atau emosi (positif dan negatif), interaksi dengan shadow, guru, dan teman, serta perilaku positif dalam berinteraksi. Subjek penelitian ini adalah satu siswa autis. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak autis dapat melakukan interaksi sosial dengan baik. Hal tersebut dikarenakan anak autis mendapat dukungan dari lingkungan sekolah.
ANALISA KENDALA GURU DALAM MENGHADAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER DI SEKOLAH DASAR Shinta Permata Ningrum; Rusmawan
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2409

Abstract

Guru kelas di SD Inklusi di Yogyakarta menghadapi berbagai kendala dalam memberikan pelayanan kepada siswa dengan ADHD. Salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah Guru pendamping khusus (GPK) yang dapat memberikan bantuan. Tanggung jawab guru untuk siswa dengan ADHD melampaui ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesulitan yang dihadapi oleh guru sekolah dasar di Yogyakarta yang bertugas mendampingi siswa dengan gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD). Pendekatan kualitatif dan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan guru kelas sebagai objek penelitian. Informasi dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikan hasil wawancara dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidik yang menangani siswa yang memiliki ADHD menghadapi sejumlah tantangan dalam memfasilitasi pendidikan mereka. Masalah pertama adalah kurangnya guru GPK yang tersedia untuk membantu anak-anak yang menderita ADHD. Ini menempatkan tuntutan tambahan pada guru kelas yang sudah sibuk. Tantangan kedua adalah perilaku siswa yang sulit diatur dan sulit diatur. Kendala ketiga adalah terkait dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru kelas seringkali menghadapi kesulitan dalam membuat RPP khusus untuk siswa ADHD, karena mereka menganggap proses pembelajaran siswa ADHD sama dengan siswa normal. Kendala keempat adalah terkait dengan media pembelajaran. Guru kelas seringkali menghadapi kendala dalam menciptakan media pembelajaran yang sesuai untuk membantu siswa ADHD memahami materi pembelajaran. Kendala terakhir adalah terkait dengan sarana dan prasarana pendidikan. Guru kelas menghadapi tantangan dalam menyediakan tempat khusus untuk melayani dan berkonsultasi dengan siswa ADHD.
PERILAKU KOMUNIKASI ANAK DOWN SYNDROME DALAM INTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH INKLUSI Mega Putri Naba Ghazia; Rusmawan
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2410

Abstract

Tujuan dari penelitian ini berguna untuk mengetahui perilaku komunikasi anak down syndrome dalam interaksi sosial di salah satu sekolah inklusi di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus jenis single case. Objek dalam penelitian ini adalah perilaku komunikasi anak down syndrome dalam interaksi sosial. Subjek penelitian ini adalah satu siswi down syndrome. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi dan wawancara. Pemeriksaan kebenaran data dilaksanakan dengan uji kredibilitas berupa uji triangulasi, uji transferabilitas, uji dependabilitas, dan uji konfirmabilitas. Analisis data menggunakan analisis model Spradley dengan melalui tahapan analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak down syndrome belum cukup baik dalam perilaku komunikasi interaksi sosial di lingkungan sekolah. Peran guru di sekolah inklusi dapat membantu perkembangan perilaku komunikasi anak yang dapat dikembangkan melalui aktivitas yang berfokus pada hal yang memikat ketertarikannya dan melibatkan kegiatan motorik.
Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi keberagaman kelas II SDN Gedongtengen M. Ihsan Hidayatulloh; Rusmawan; Dianing Kurniastuti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.19148

Abstract

Pendidikan saat ini dituntut menciptakan sebuah pendidikan yang memerdekakan peserta didik. Namun fakta di lapangan saat ini masih banyak guru yang mengajar dengan cara cara konvensional. Upaya yang dapat dilakukan guru yaitu dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan model problem based learning (PBL) dapat diterapkan sebagai model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Untuk itu penelitian ini memfokuskan tentang bagaimana pengaruh model problem based learning terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan teknik tes dan non tes. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas II A SDN Gedongtengen. Hasil rata-rata keaktifan peserta didik dari pra siklus ke siklus I mengalami kenaikan nilai keaktifan sebesar 16,37%, sedangkan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan nilai sebesar 16,01%. Kemudian hasil belajar peserta didik dari pra siklus ke siklus I terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 4,45 dan peningkatan klasikal sebesar 27,28 %. Kemudian dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata 6,29 dan peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 22,72%. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan model problem based learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik
Peningkatan kerjasama dan hasil belajar menggunakan model problem based learning pada siswa kelas III SD Ajeng Wuri Puspita Lusia; Rusmawan; Dianing Kurniastuti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19571

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kerjasama dan hasil belajar siswa kelas III SD. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar bagi siswa kelas III SD melalui penerapan model problem based learning. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD. Instrumen yang digunakan tes dan non tes. Data dikumpulkan dengan menggunakan soal evaluasi untuk mengetahui hasil belajar dan lembar observasi untuk mengamati kerjasama siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata kerjasama siswa mengalami peningkatan dari 54 dalam kategori rendah menjadi 67 pada siklus I dalam kategori tinggi, dan meningkat kembali menjadi 74 dalam kategori tinggi pada siklus II. Peningkatan terjadi pula pada hasil belajar siswa dari persentase ketuntasan klasikal dari 38% meningkat menjadi 54% pada siklus I, dan meningkat kembali menjadi 85% pada siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS II SDN GEDONGTENGEN Retno Nawangsih; Rusmawan; Dianing Kurniastuti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 3 (2023): Volume 09 No. 03 Juli 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i3.1448

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika dan kemampuan kerjasama peserta didik kelas II-B SD Negeri Gedongtengen sehingga tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar matematika serta kerjasama peserta didik dengan menggunakan model Problem Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas II. Dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah instrument tes dan non tes. Tes evaluasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai hasil belajar peserta didik dan instrument lembar observasi dilakukan untuk mengumpulkan data kerjasama peserta didik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang dilihat dari persentase ketuntasan dari 40,9% menjadi 81,8% serta nilai rata-rata kelas dari 44 siklus menjadi 87 pada akhir siklus III. Peningkatan terjadi pula pada rata-rata nilai kerjasama peserta didik dari 44,54 menjadi 71,21 pada akhir siklus III. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika dan kerjasama peserta didik.