Annafi Awantagusnik
Institut Agama Islam Al-Qolam Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Proses Representasi Matematis Siswa SMP Kelas VIII dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual Persamaan Garis Lurus Berdasarkan Langkah Polya Annafi Awantagusnik
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.808 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5590

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan respresentasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah TIMSS. Representasi matematis adalah kemampuan siswa dalam menyampaikan menuliskan ide matematika dalam bentuk konfigurasi karakter, gambar, objek konkret, dan sebagainya untuk menggambarkan permasalahan. Representasi matematis yang dimaksud adalah representasi eksternal yang terdiri dari representasi verbal, visual, dan simbolik. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 6 Malang kelas VIII. Instrumen yang digunakan adalah lembar soal yang terdiri dari 3 (satu diantaranya adalah permasalahan kontekstual), dan lembar pedoman wawancara. Soal yang digunakan terkait dengan persamaan garis lurus, gradien garis lurus, dan grafiknya. Berdasarkan hasil pekerjaan siswa, peneliti mengategorikan siswa ke dalam kelompok yang terdiri dari kelompok yang mampu merepresentasikan permasalahan kontekstual dalam 3 jenis representasi (simbolik, visual, dan verbal), 2 jenis representasi (visual dan verbal), dan 1 jenis representasi (verbal). Peneliti melakukan wawancara pada 2 subjek dari masing-masing kelompok kemudian mendeskripsikan representasi matematis yang dilakukan subjek untuk menyelesaikan masalah kontekstual yang didasarkan langkah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sudah mampu menggunakan lebih dari satu representasi untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual, namun masih ditemukan siswa yang masih bisa menggunakan satu representasi saja, sehingga perlu dilakukan peningkatan kemampuan representasi siswa.