Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh realisasi penerimaan pajak, leverage, kualitas laporan keuangan, kekayaan daerah, kompetisi politik, kekuatan partai politik, dan lama jabatan kepala daerah terhadap transparansi pelaporan keuangan daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemprov di Indonesia yang berjumlah 34. Sampel dipilih dengan menggunakan metode sampel jenuh, sehingga menggunakan seluruh populasi sebagai sampel penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial yaitu analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi penerimaan pajak, tingkat kekayaan daerah dan kompetisi politik berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi pelaporan keuangan. Leverage, kualitas laporan keuangan, kekuatan partai politik dan lama jabatan kepala daerah tidak berpengaruh terhadap transparansi pelaporan keuangan. Simpulan dari penelitian ini yaitu realisasi penerimaan pajak, tingkat kekayaan daerah dan kompetisi politik dapat menentukan tingkat transparansi pelaporan keuangan yang dilakukan pemprov. sedangkan leverage, kualitas laporan keuangan, kekuatan partai politik dan lama jabatan kepala daerah tidak dapat mempengaruhi tindakan transparansi pelaporan keuangan daerah.