Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Peningkatan Pengendara Sepeda Motor Dibawah Umur terhadap Jumlah Kecelakaan di Indonesia Lumba, Pada; Ariyanto, Anton; Alfirahmi; Rismalinda
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 14, No. 02, Juli 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v14i2.1296

Abstract

Data kecelakaan yang diperoleh dari Kepolisian Republik Indonesia yang menyatakan bahwa setiap jam ada 3 nyawa yang hilang di jalan raya, artinya ada 1 nyawa yang yang hilang di jalan raya setiap 20 menit akibat terjadinya kecelakaan. Lebih jauh lagi, sekitar 15% dari kecelakaan yang terjadi di Indonesia melibatkan anak dibawah umur setiap tahunnya [1].  Pada 2016 sekitar 31.106 siswa SMP menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Studi ini penting untuk dilaksanakan dalam menyelesaikan permasalahan maraknya pengendara sepeda motor dibawah umur yang disebabkan oleh: 1) peningkatan jumlah sepeda motor; 2) alasan pemenuhan kebutuhan sehari-hari ; 3) penggunaan sepeda motor lebih efisien dibandingkan moda lainnya; 4) faktor keluarga; 5) kurangnya pengawasan sekolah; 6) faktor lingkungan; dan 7) gaya hidup. Kontribusi penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman pengendara sepeda motor dibawah umur tentang risiko kecelakaan, disamping itu studi ini juga berkontribusi membantu pengambil kebijakan dalam membuat program-program yang berhubungan dengan keselamatan pengendara sepeda motor dibawah umur
Pengaruh Karakteristik Pengemudi Terhadap Tingkat Keparahan Kecelakaan Pada Pengendara Sepeda Motor Di Bawah Umur Pada Masa Pandemi Covid-19 Pada Lumba; Anton Ariyanto; Alfirahmi; Rismalinda
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 02, Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i2.1845

Abstract

Jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di Indonesia cenderung fluktuatif, namun jumlah korban kecelakaan pada tahun 2019 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dari 109.215 menjadi 116.411. Studi ini menekankan pada pengaruh karakteristik pengemudi terhadap tingkat keparahan kecelakaan pada pengendara sepeda motor di bawah umur pada masa pandemi covid-19. Pentingnya kajian ini adalah menyelesaikan tingginya tingkat keparahan kecelakaan di Indonesia yang mengacu pada Rencana Umum Nasional (RUNK) jalan 2011-2035, bahwa pada tahun 2035 tingkat kematian korban kecelakaan lalu lintas akan turun menjadi 80% dengan baseline pada tahun 2010 (RUNK jalan, 2011-2035)]. Kontribusi penelitian ini sebagai upaya awal yang komprehensif dengan memberikan referensi terkait penyebab tingkat keparahan kecelakaan pengendara sepeda motor di masa pandemi covid-19, sehingga memungkinkan bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan kebijakan dan program terkait keselamatan berkendara. pengendara sepeda motor
Dekomodifikasi Ruang Domestik: Resistensi Ibu terhadap Kapitalisme Perhatian Digital Rofian Dedi Susanto; Achmad Jamil; Alfirahmi
LUGAS Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1: Juni 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/6a1nyx41

Abstract

The expansion of digital media has transformed domestic spaces into arenas for the commodification of children's leisure time, disrupting family communication structures. Departing from the dominant literature that views shifts in parental authority solely through a relational lens, this qualitative single-case study examines digital parenting practices through the critical paradigm of the Political Economy of Media and the Culture Industry. Located in the peri-urban area of Depok, this study analyzes the tactics of a full-time stay-at-home mother in mitigating algorithmic hegemony over her three children (aged 11, 8, and 5). Data were gathered through naturalistic non-participant observation and in-depth interviews. The findings reveal that children's consistent preference for YouTube content (such as reaction videos and gameplay) is not a manifestation of free choice but rather an expression of pseudo-individuality constructed by the platform's addictive design. The mother responds to this exploitation of attention capitalism through moral curation by offering educational alternatives; however, these efforts are frequently thwarted. As an ultimate resolution, the mother reclaims the children's cognitive space by enforcing absolute biological routines (nap and bath times) and accompanying them with vocal escalation. This physical and repressive approach proves to be the most effective instrument for de-commodification to sever the digital screen's annexation. This article enriches the discourse of critical communication studies by positioning household routines as micro-resistance instruments against technological commercialization.