Hasil analisis observasi hasil tes unjuk kerja, bahwa kemampuan mengenal angka usia 5-6 tahun masih mulai berkembang (MB), karena skor yang dicapai hanya 51,70%, tidak mencapai standar ketercapaian minimal 76% atau minimal berkembang sangat baik (BSB). (lampiran F). Solusi penyelesaian masalah, penggunaan media pohon angka untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia dini 5-6 tahun di TK DW Harapan Baru Lalabata kabupaten Barru. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model PTK (pengembangan) (Suwardi, 2008: 35), setiap siklus terdiri terdiri 4 tahap yaitu: Perencanaan tindakan (plan), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observe), refleksi (reflect). Subyek penelitian ini adalah 11 orang, terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Data kualitatif dikumpul melalui lembar observasi aktivitas anak didik usia dini 5-6 tahun dan kemampuan guru, sedang data kualitatif kemampuan mengenal angka anak usia dini 5-6 tahun dikumpul melalui tes unjuk kerja variasi lembar obserasi hasil tindakan tiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan mengenal angka anak usia dini 5-6, skor persentase siklus III adalah 78,69% kategori berkembang Sangat Baik (BSB), meningkat selisih 18,46% dan kategori meningkat berkembang Sangat Baik (BSB) siklus III dari mulai berkembang (MB) siklus II. (2) Perubahan dukungan secara kualitatif kemampuan guru siklus III adalah 79,41% kategori kemampuan baik, meningkat selisih 19,12%, kategori meningkat baik siklus III dari cukup siklus II. (3) Perubahan didukung secara kualitatif aktivitas belajar anak didik siklus III adalah 81,02% kategori keaktifan sangat baik, meningkat selisih 22,06%, kategori meningkat sangat baik siklus III dari cukup siklus II