Penelitian ini membahas tentang nilai pendidikan Islam dalam roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka yang direpresentasikan ke dalam tiga nilai pokok, yaitu nilai iman, nilai akhlak, dan nilai syari’ah dan nilai secara universal. Kajian tersebut didasarkan pada pendekatan kualitatif untuk menemukan ide dan gagasan yang mengandung nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka. Peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Prosedur dan rancangan penelitian dilakukan melalui literasi (membaca dan menyimak), proses identifikasi, korpus data, reduksi data, hasil, diskusi, dan temuan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik dokumentasi artinya data-data diperoleh melalui literasi pada roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka dan literatur yang terkait dengan penelitian. Keabsahan data dilakukan dengan teknik kredibilitas yaitu ketekunan dalam kecukupan dan kecakupan referensi, serta validasi data oleh pakar. Analisis temuan dalam penelitian ini digunakan objek formal sebagai perspektif untuk mengkaji nilai pendidikan Islam melalui langkah reduksi data, langkah deskriptif, langkah hermeneutika, langkah penyajian data, dan langkah verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data diungkapkan dan ditemukan nilai yang terkandung dalam roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka sebagai berikut. (1) Nilai iman terdiri dari beberapa nilai pokok yaitu tawakal (berserah diri), keyakinan, keikhlasan, dan takdir. (2) Nilai akhlak terdiri dari beberapa nilai pokok yaitu tawadhu (rendah hati), sabar, ketulusan, musyawarah, pemaaf, dan jujur. (3) Nilai syari’ah terdiri dari beberapa nilai pokok di antaranya perjuangan/harapan, taat, warisan, nikah, sedekah, taubat, dan tolong menolong, serta nilai secara universal (umum) yaitu persaudaraan, toleransi, musyawarah, dan tolong menolong.