This article examines the metaverse as an opportunity and challenge for the church in the future. Metaverse can be a huge opportunity and also as challenging for the church. The purpose of this article is to describe opportunities that churches have in the metaverse and the challenges which churches encounter. The method is qualitative research on literature study. The result is that churches have opportunities such as buying land and building the virtual church. The church also runs virtual service, ministry, cell group, bible study, and evangelization. The challenge is such as not all churches will be able to afford virtual church, not all churches will engage with metaverse, not all congregations will have an account on metaverse, the congregation might be disconnected from their reality, uncontrol promiscuity, uncontrol false teaching, and virtual crimes. In conclusion, churches have opportunities to optimize their virtual ministry in the metaverse and must be ready to solve any challenges. The author suggests that the churches start virtual church services, and the next researcher examines the metaverse application in virtual church ministry. AbstrakArtikel membahas metaverse sebagai peluang dan tantangan bagi gereja masa depan. Metaverse bisa menjadi peluang besar bagi gereja dan bisa juga sekaligus menjadi tantangan bagi gereja. Tujuan dari artikel ini memamparkan peluang-peluang yang dimiliki gereja di masa depan dan tantangan-tantangannya. Metode yang digunakan penelitian kualiatif model studi pustaka. Adapun hasil penelitian ini gereja memiliki peluang-peluang di metaverse; gereja bisa membeli lahan dan membangun gereja virtual, gereja bisa mengadakan ibadah virtual, komunitas sel virtual, pelayanan virtual, pendalaman Alkitab virtual serta penginjilan virtual. Tantangan bagi gereja ialah tidak bisa gereka mampu memiliki akun metaverse, tidak semua gereja melek metaverse, tidak semua jemaat mampu memiliki akun metaverse, jemaat bisa terhilang di metaverse, pengaulan bebas yang tidak terkendali, pengajasaran sesat semakin meraja lela serta kejahatan virtual. Kesimpulannya gereja memiliki peluang untuk mengoptimalkan pelayanan di metaverse dan geraja juga harus mempersiapkan diri untuk mengatasi tantangannya. Saran untuk bagi gereja segera miliki gereja virtual. Saran untuk peneliti berikutnya untuk bisa membahas applikasi metaverse dalam pelayanan gerejawi.