Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Panas Buangan Motor Induk Untuk Menjalankan Sistem Pendingin Pada KM Alalunga S D Pentury; G S Norimarna; P Ciptoadi; E W Wairisal
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.653 KB) | DOI: 10.30598/metiks.2021.1.1.39-45

Abstract

Abstrak. Pembakaran bahan bakar pada motor induk KM Alalunga berjenis motor Diesel menghasilkan tenaga efektif hanya 32 – 40 %. Sisanya sebesar 60 – 70 % terbuang melalui : Air pendinginan 30 – 33 %, gas buang 23 – 32 %, dan sisanya melalui mekanisme radiasi. Dengan menggunakan metode korelasional dimana jumlah energi yang terkandung dalam gas buang dihitung berdasarkan jumah pemakaian bahan bakar dimanfaatkan untuk proses pendinginan muatan berupa ikan. Dari hasil penelitian diperoleh energi yang terkandung dalam gas buang 415064 kJ/hr, energi tersebut dimanfaatkan untuk proses pendinginan absorpsi uap yang menggunakan generator dengan kapasitas 528 kJ/hr untuk mendinginkan produk dengan kapasitas 3579563 kJ.
Tinjauan Ekonomis Penggunaan Sistem Airbag Dan Sistem Cradle Pada Proses Pengedokan Kapal Di PT. Dok Dan Per Kapalan Waiame (Persero) Ambon M F Noya; P S Rumodar; N L T Thenu; G S Norimarna
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.297 KB) | DOI: 10.30598/metiks.2021.1.1.52-62

Abstract

Abstrak PT. Dok dan perkapalan Waiame Ambon adalah perusahaan reparasi kapal yang memiliki dua fasilitas pengedokan dengan menggunakan sistem airbag dan cradle. Pengamatan di galangan, sistem airbag dilengkapi dengan winch, kompresor dan alat berat (excavator) pada proses docking/undocking kapal sedangkan dengan sistem cradle dilengkapi dengan winch dan operator penyelam pada proses docking kapal. Proses dan waktu docking/undocking baik dengan sistem airbag dan sistem cradle akan berbeda, dengan kondisi ini maka biaya operasional (docking/undocking kapal) perlu diperhitungkan. Biaya operasional docking/undocking kapal dengan sistem airbag sebesar Rp 25.000.000,- dan sistem cradle sebesar Rp 20.000.000,-. Perbedaan biaya operasional dari masing-masing sistem pengedokan ini dapat mempengaruhi biaya operasional docking/undocking kapal pada perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh nilai ekonomis yang didapat oleh perusahaan dengan menggunakan sistem airbag dan sistem cradle. Penelitian ini melakukan perhitungan meliputi biaya listrik winch, biaya listrik kompresor, biaya operasi alat berat (excavator), biaya operasional (docking/undocking kapal), biaya docking harian dan kebutuhan tenaga kerja. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa biaya pengeluaran untuk sistem airbag dari tahun 2017-2019 sebesar Rp 760.483.125 dan sistem cradle sebesar Rp. 519,091,188, sedangkan pendapatan yang didapat dari sistem airbag sebesar Rp. 3,593,750,000 dan sistem cradle sebesar Rp. 1.728.750.000. Dari hasil di atas pendapatan terbanyak adalah pendapatan sistem airbag di tahun 2019 yaitu 79 %. Hal ini disebabkan karena lama waktu pengedokan pada sistem airbag lebih banyak walaupun jumlah kapal hanya 14. Keuntungan yang diperoleh dengan penggunaan sistem airbag per tiga tahun yaitu tahun 2017-2019 adalah sebesar Rp. 2.833.266.875,- , lebih besar jika dibandingkan dengan keuntungan yang didapat dengan menggunakan sistem cradle sebesar Rp. 1.209.658.812,50. Terlihat jelas bahwa penggunaan sistem airbag lebih menguntungkan.