Tujuan Penelitian ini adalah Mendeskripsikan langkah-langkah membuat anyaman. Model yang menjadi acuan adalah penelitian dan pengembangan dan model prosedural oleh Borg & Gall yang menggunakan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop dan Deseminate. Tulisan ini membahas tentang eksistensi ethnomatika di Bali kerajinan anyaman. Ethnomatika adalah matematika yang tumbuh dan berkembang dalam budaya tertentu. Tanpa disadari, masyarakat menggunakan konsep tesselation dalam pembuatan tenun kerajinan. Kontribusi dari tikar usaha kecil kerajinan anyaman sangat dominan terhadap pengrajin pendapatan rumah tangga yaitu 69,7%. Ini artinya usaha kerajinan anyaman menjadi sumber penghasilan petani pengrajin secara total penghasilan keluarga cukup besar. Pemanfaatan pengetahuan tradisional sebagai bahan kerajinan tenun masyarakat yang sangat berharga yang perlu dieksplorasi dan didokumentasikan Untuk jenis kerajinan anyaman penduduk desa berharapĀ dapat memperkenalkan produk kerajinan kepada masyarakat luar. Tessellation adalah tipe khusus dari pola yang terdiri dari figur geometris yang pas tanpa celah atau tumpang tindih untuk menutupi pesawat. Keberadaan ethnomathematics pada kerajinan tenun dapat digunakan sebagai sumber belajar dan tentu saja bisa membuatnya pelajar lebih memahami bagaimana budaya mereka berhubungan dengan matematika.