The purpose of this study was to increase student activity and learning outcomes through the Jigsaw learning model. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The subjects of this study were students of class XII IPA SMAN 1 Praya Barat semester I, amounting to 34 students. Methods of data collection is done through interviews, observation, tests and documentation. The data analysis technique uses methods that include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate an increase in activity and learning achievement in mathematics. This can be seen through the following indicators: The ability to express thinking ideas during teaching and learning activities there are 10 students (29.40%) after the action becomes 26 students (76.40%). There were 9 students (26.40%), after the action, became 28 students (82%). The ability to discuss with study groups there are 13 students (38.20%), after the action becomes 30 students (88.20%). There were 12 students (35.20%), after the action, there were 29 students (85.20%). The conclusion of this study is that the jigsaw learning model is proven to be able to increase the activity and learning achievement of mathematics subjects in Class XII Science in Odd Semesters at SMAN 1 Praya Barat. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Jigsaw. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA SMAN 1 Praya Barat semester I yang berjumlah 34 orang siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan prestasi belajar mata pelajaran matematika. hal ini dapat dilihat melalui indikator sebagai berikut : Kemampuan dalam mengemukakan gagasan berpikir saat kegiatan belajar mengajar ada 10 orang siswa (29.40%) setelah tindakan menjadi 26 orang siswa (76.40%). Keaktifan bertanya kepada guru dalam kegiatan belajar mengajar ada 9 orang siswa (26.40%), setelah tindakan menjadi 28 orang siswa (82%). Kemampuan berdiskusi dengan kelompok belajar ada 13 orang siswa (38.20%), setelah tindakan menjadi 30orang siswa (88.20%). Siswa yang memiliki nilai memenuhi KKM (?75) ada 12 orang siswa (35.20%), setelah tindakan menjadi 29 orang siswa (85.20%). Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran jigsaw terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar mata pelajaran matematika siswa Kelas XII IPA Semester Ganjil di SMAN 1 Praya Barat.