Haresti Asysy Amrihani
Universitas Airlangga Jl. Dharmawangsa Dalam, Kecamatan Gubeng, Surabaya 60286 - Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perspektif Media Massa terhadap Atlet Transgender di Dunia Olahraga: Analisis Framing pada Pemberitaan New York Post Hanifan Ma’ruf; Haresti Asysy Amrihani
PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/parahita.v3i1.77

Abstract

Masalah yang mengemuka dari penelitian ini ialah bagaimana media massa New York Post sebagai salah satu media cetak dan online terkemuka di Amerika Serikat membentuk realitas dan dilema partisipasi atlet transgender dalam olahraga professional. Studi ini bertujuan mengetahui bentuk pemberitaan atlet transgender yang dimuat oleh New York Post melalui salah satu teks berita tentang kemenangan atlet sepeda transgender asal Kanada, Rachel McKannon pada kejuaraan internasional yang memicu kontroversi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Pan dan Kosicki. Penelitian ini memaparkan pembingkaian berita yang dilakukan oleh New York Post untuk membentuk realitas seputar partisipasi atlet transgender di dunia olahraga. Berita itu dianalisis dengan empat struktur framing, sintaksis, skrip, tematik dan retoris untuk mendapatkan gambaran ide umum yang ingin dikemukakan dalam sebuah teks berita melalui struktur-struktur Framing. Penelitian menemukan bingkai media masih mengkonsrtruksi kehadiran transgender dalam dunia olahraga sebagai sebuah masalah. Pemberitaan New York Post seolah membingkai kehadiran atlet transgender sebagai ancaman terhadap olahraga perempuan. Kendati demikian, media masih memberikan ruang bagi diskursus transgender dalam dunia olahraga, seperti mengemukakan upaya-upaya badan olahraga untuk mengakomodasi hak-hak transgender sebagai manusia untuk ikut berkompetisi dalam olahraga tanpa menampik adanya potensi permasalahan dalam partisipasi transgender dalam sebuah kompetisi olahraga.