Antetti Tampubolon
Poltekkes Kemenkes Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Infusa Daun Seledri sebagai Obat Antihipertensi dan Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah dan Kolesterol pada Masyarakat Desa Tengah Kecamatan Pancurbatu Antetti Tampubolon; Jhonson P Sihombing
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/asta.v2i2.282

Abstract

Many people use traditional medicine which is part of Indonesia's natural wealth. The use of traditional medicine has long been carried out since ancient times. Traditional medicine is widely used for the treatment of hypertension, cholesterol, antidiabetic, cancer, diarrhea and so on. One of the traditional medicines that is often used in the community is celery leaf which is efficacious as antihypertensive and cholesterol-lowering. The purpose of this community service is for participants to know how to make celery leaf infusion in accordance with the requirements for making infusions, to know the profile of blood sugar, cholesterol levels and to educate the public by providing counseling about hypertension, cholesterol and family medicinal plants to the people of Tengah Village, Pancur Batu District. The method used is by distributing questionnaires before and after counseling to determine the level of public knowledge about hypertension, diabetes, cholesterol, family medicinal plants and how to make infusions. Of the 20 participants who were checked for blood sugar (KGD) and cholesterol levels, the results obtained: 4 participants had normal fasting blood sugar levels, 9 participants had prediabetes, 7 participants had diabetes, 7 participants had normal blood cholesterol, 9 participants had blood cholesterol at the limit. 4 participants had high blood cholesterol. The level of public knowledge about hypertension, diabetes, cholesterol, family medicinal plants and making infusions before counseling was done was quite good with a score of 60.71% and after counseling was good with a score of 92.85% It can be concluded that 20% of participants had normal KGD, 45% prediabetes, 35% diabetes, 35% of participants had normal blood cholesterol, 45% had high cholesterol, 20% had high blood cholesterol and the level of public knowledge increased from good enough to good after counseling.
Uji Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Secara Difusi Agar Antetti Tampubolon; Jhonson Sihombing
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1280

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek antibakteri terhadap bakteri gram-positif dan gram-negatif. Daun kemangi mengandung senyawa kimia, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin, yang memiliki sifat antibakteri. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli adalah bakteri gram-positif dan gram-negatif yang dapat menyebabkan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak etanol daun kemangi terhadap bakteri gram-positif dan gram-negatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental. Desain yang digunakan adalah desain post-test only control group, yaitu terdapat dua kelompok, masing-masing dipilih secara acak. Kelompok pertama diberi perlakuan dan kelompok lainnya tidak diberi perlakuan. Kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona inhibisi rata-rata untuk bakteri Staphilococcus aureus pada konsentrasi ekstrak daun kemangi 20%, 40%, dan 60% adalah 13,8 mm, 15,6 mm, dan 16,4 mm, sedangkan zona inhibisi untuk bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 50%, 60%, dan 70% adalah 11,2 mm, 11,8 mm, dan 12,5 mm. Zona inhibisi rata-rata antibiotik tetrasiklin terhadap bakteri Staphilococcus aureus dan Escherichia coli adalah 16,8 mm dan 15,8 mm, dan zona inhibisi rata-rata bakteri dalam air suling adalah 0 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi menghasilkan inhibisi yang memuaskan terhadap bakteri Staphilococcus aureus.