Desi Ratnasari
Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Pada Kantor Kelurahan Dadi Mulya Kota Samarinda Desi Ratnasari
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.791 KB) | DOI: 10.31293/pd.v1i3.6100

Abstract

The purpose of this research is to know how community participation in development planning, especially in Sub Dadi Mulya District of Samarinda Ulu. The method used in this study is a research method by using a qualitative approach, where research is descriptive. Analysis technique used in this research is qualitative descriptive analysis. Based on these results and in accordance with the answers given on the informant told investigators that community participation in the provision of proposed or in development planning is very important but community participation in development planning in the village of Dadi Mulya not maximized because most people lack the knowledge to become a factor resistor in village development planning, and coming to his development plans are just some people who have a deeper understandingTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan, khususnya di Kecamatan Dadi Mulya Samarinda Ulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif , di mana penelitian bersifat deskriptif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif . Berdasarkan hasil tersebut dan sesuai dengan jawaban yang diberikan pada informan kepada penyidik bahwa partisipasi masyarakat dalam penyediaan usulan atau dalam perencanaan pembangunan sangat penting namun partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Desa Dadi Mulya tidak maksimal karena kebanyakan masyarakat kekurangan pengetahuan untuk menjadi faktor resistor dalam perencanaan pembangunan desa.   dan datang ke rencana pengembangannya hanyalah beberapa orang yang memiliki pemahaman yang lebih dalam.