Mujibul Imam
Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MUSEUM DIRGANTARA ACEH: Arsitektur High Tech Mujibul Imam; Fatimah Azzahra
Rumoh Vol. 8 No. 15 (2018): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1563.088 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v8i15.41

Abstract

Aceh termasuk salah satu daerah yang ikut terlibat dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai salah satu bukti yang paling terkenal adalah pesawat Seulawah RI 001, yaitu sebagai transportasi dalam membantu proses kemerdekaan. Selain itu Indonesia hanya memiliki satu Museum Dirgantara yang terletak dikomplek TNI AU Yogyakarta pada museum tersebut hanya memamerkan pesawat-pesawat lama kemudian jumlah koleksi dan fasilitas juga terbatas. Maka diperlukan museum sebagai pelestarian nilai-nilai sejarah perkembangan teknologi penerbangan. Museum Dirgantara Aceh bertujuan menjadikan Aceh sebagai salah satu kota Dirgantara Indonesia. Lokasi rancangan berada di Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar. Museum Dirgantara Aceh direncanakan dengan kategori Science and Technology Museum (Museum IPTEK). Penerapan tema Arsitektur High Tech bertujuan agar karakter Museum Dirgantara yang memiliki ruang bebas kolom sesuai dengan kebutuhan yaitu untuk menyimpan dan mengabadikan koleksi pesawat serta desain yang dihasilkan tetap aman dan nyaman melalui penerapan sistem teknologi tinggi. Ada Empat unsur Arsitektur High Tech yang diterapkan diantaranya menampilkan kekuatan konstruksi rangka bangunan dan material baja (Celebration of Process). Analisis yang digunakan adalah analisis fungsional, analisis lingkungan dan analisis bangunan, sehingga dapat menghasilkan konsep desain yang seimbang antara standarisasi dan tema yang digunakan. Penerapan konsep bentuk diangkat dari sebuah bentuk tenda pramuka, Bentuk tersebut memiliki tingkat efisiensi yang sangat tinggi terhadap penggunaan ruang bebas kolom. Museum Dirgantara Aceh ini mampu menampung jumlah pengunjung sebesar 536 orang/hari dan jumlah pengelola 45 orang. Luas lahan adalah 100.302 m2. Luas lantai dasar adalah 15.263.15 m2 dan luas lantai keseluruhan adalah 27.693.32 m2. Jenis bangunan bermassa tunggal dilengkapi dengan fasilitas utama yaitu ruang pameran pesawat indoor dan outdoor, simulasi kokpit pesawat, lapangan demo aeromodelling dan servis.