Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, arsitektur berkaitan dengan segi kehidupan, yang dapat ditinjau dari empat sisi yaitu seni, teknik, ruang dan sejarah. Dari sisi seni, arsitektur mencakup seni bangunan yang diimplementasikan dalam bentuk dan dekorasi. Dari sisi teknik, arsitektur diartikan sebagai sistem yang digunakan untuk merancang kontruksi dan struktur serta nilai estetika suatu bangunan. Ditinjau dari sisi ruang, arsitektur mencakup upaya pemenuhan ruang. Sedangkan dalam tinjauan sejarah dan geografi, arsitektur mencakup peninggalan sejarah dalam suatu batasan waktu dan tempat. Perkembangan arsitektur tidak terlepas dari perkembangan budaya yang semakin lama semakin kompleks mengikuti perkembangan peradaban. Sebagai salah satu aliran yang berkembang di Eropa pada awal abad ke-20, langgam Arsitektur Ekspresionis diilhami dari novel-novel dan roman-roman yang terkadang menggunakan material yang tidak lazim digunakan pada saat itu seperti batu bata, baja dan kaca. Ekspresionisme dianalogikan sebagai bagian dari linguistik, di mana dalam hal ini bangunan dianggap sebagai suatu media yang dapat digunakan oleh arsitek untuk mengungkapkan kebebasan dalam sikap dan ekspresinya, sehingga walaupun suatu karya arsitektur ekspresionis memiliki ciri khas namun tetap terlihat sederhana.