Tenun ikat batik Paradila merupakan Industri tenun terletak di desa Parengan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan. Industri ini memproduksi kain tenun sarung, kain tenun ikat, kain tenun ikat songket dan produk yang terbaru adalah kain tenun ikat batik. Kain tenun ikat batik Paradila hampir 3 tahun ini di produksi. Bahan kain yang dipakai dari kain tenun ikat dipadukan dengan batik motif lele dan ikan, sebagai ciri khas kabupaten Lamongan. Motif yang paling baru adalah motif Gapuro Paduraksa Lamongan. Isian yang dipakai teratai, melati, teratai, kipas, pyuk pecah, pyuk tiga roda uyeng dan uker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa motif batik yang dipakai dan susunan motifnya yang ada di kain tenun ikat ini, bagaimana pula proses penciptaan motif tenun ikat batik di desa Parengan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan ini. Metode Penelitian ini menggunakan metode penetian Deskriptif kualitatif dan eksperimen, dengan teknik pengumpulan data yang berupa observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi dan inspirasi serta inovasi penting bagi upaya membangun pemikiran kreatif, kritis, terutama berkaitan dengan motif tenun ikat batik lele dan ikan, batik Gapuro Paduraksa yang menjadi ciri khas Kabupaten Lamongan yang ada di kain tenun ikat ini, serta proses penciptaan kain tenun ini sehingga menjadi kain tenun ikat batik yang begitu menarik perhatian dengan harga jual yang meningkat