Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH HEDONISME DALAM PEMBENTUKAN KECERDASAN INTELEKTUAL, EMOSIOANAL, DAN SPIRITUAL Rizkha Fatma Sari
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 4: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.737 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i4.836

Abstract

Setiap individu secara naluriah ingin kenyamanan dalam hidupnya. Akan tetapi kadang naluri tersebut dapat menjebak seseorang dalam gaya hidup hedonisme. gaya hidup berlebihan dan cenderung kepada perilaku konsumtif. Prinsip hedonisme tidak hanya mewabah untuk anak muda namun juga golongan dewasa dan orang tua. Hedonisme adalah hidup yang mengutamakan level kenikmatan dengan mempertimbangkan ketenangan, ini merupakan pendapat Epicurus. Dalam dunia Pendidikan abad ke-21 konsep yang perlu diterapkan oleh setiap keluarga dan sekolah, adalah mencetak generasi yang berkualitas dan berintegritas. guru dan orang tua seharusnya paham akan perkembangan zaman yang selalu mengalami perubahan serta berkolaborasi untuk mewujudkan ini. Mendidik anak tidak akan efektif apabila metode yang dipakai masih berkaca pada masa lalu. Tantangan kedepan semakin besar, membutuhkan pendidikan yang terus melakukan inovasi. Pada abad-21 di dunia Pendidikan yang dapat mewujudkan integrasi antara kinerja dan moral. yaitu, 1) membangun karakter atau akhlak yang menjadi kebiasaan sehari-hari. Karakter ada dua macam, yakni karakter moral dan karakter kinerja. Karakter moral yaitu iman, takwa, dan jujur. Sedangkan karakter kinerja adalah ulet, tangguh, dan tidak mudah menyerah. Diantara karakter moral dan kinerja harus sama-sama dipraktekan untuk mencetak generasi yang berkualitas, membangun kompetensi dalam diri seorang anak yang meliputi kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Dari semua macam kompetensi ini sangat dibutuhkan dalam hidup bermasyarakat, terutama berfikir kreatif untuk menyambut tantangan zaman yang kian cepat melampaui batas kesiapan manusia.Anak muda sekarang adalah penerus perjuangan dan akan menentukan baik buruknya suatu bangsa kedepannya. Maka pendidikan yang berkualitas adalah kuncinya. 2) Literasi atau keterbukaan wawasan seorang anak. literasi tidak cukup baca-tulis, dan menghitung. namun lebih luas lagi yakni baca-tulis, budaya, teknologi, dan keuangan